Proyek Perumahan Ivory Park Pucang Gading

Pucang Gading, Agustus 2012 / Ramadhan 1433 H

coverPraktikum di kampus telah mendekati garis finish alias tinggal menunggu laporan dibubuhi kata ‘ACC’. Dengan demikian aku punya waktu yang lumayan renggang untuk melakukan aktivitas lain. Beruntungnya aku, ketika praktikum dan laporan tinggal final touch aku mendapat tawaran pengalaman kerja baru.

Proyek kali ini berada di Mranggen, Pucang Gading sekitar perbatasan dengan Kab. Demak. Membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit untuk mencapai lokasi proyek. Lokasi proyek agak masuk-masuk ke dalam desa. Sawah tegalan yang akan disulap menjadi perumahan ini memiliki luas sekitar 10 Ha.

Rencana perumahan yang bernama “Ivory Park” ini baru diratakan sebagian kecil di bagian depan ketika aku, Udin, Alfin dan Mas Dewo tentunya. Pekerjaan awal kita (aku dan udin sama persis dengan prakatikum yang baru saja selesai di kampus). Pengukuran detail. Kita diberi alat Total Station dan Yalon. Tugasnya memetakan batas lokasi proyek bagian timur yang bersebelahan dengan sawah warga dan bagian selatan berbatasan dengan sungai.

Berdiri alat, centering, backsight, foresight, tembak detail batas tanah. Pindah alat. Berdiri alat, centering, backsight, foresight, tembak detail batas tanah. Pekerjaan itu kita ulangi berkalikali sampai akhirnya berhenti di jembatan belum jadi yang berada tepat lurus di depan gerbang perumahan.

Setelah itu data pengukuran di download dan di-overlay ke dalam gambar rencana perumahan. Lalu dihitung selisih jarak antara gambar rencana dan gambar sebenarnya. Ada tanah yang kelebihan dari gambar rencana, ada yang tepat berbatasan dan ada pula yang gambar rencana tanah sampai menyeberang sungai (nah lho). Bagian yang kurang dan lebih akan di cut and fill, sehingga keadaan tanah sesuai dengan rencana, setelah melalui diskusi dan kesepakatan antara warga, pemerintah desa dan orang proyek tentunya.

download data

Download Data di Lokasi

Pekerjaan selanjutnya, STAKE OUT. Langkah kerja stake out adalah sebagai berikut:

  1. Memasukkan koordinat titik ke Total Station. Koordinat titik yang didapat dari AutoCAD gambar rencana proyek.
  2. Berdiri alat dan centering pada BM yang telah ditetapkan sebagai acuan dari pengukuran. Masuk ke MENU LAYOUT pada TS. Lalu INPUT titik berdiri alat.
  3. Menembak backsight (BS titik yang telah diketahui koordinatnya).
  4. Selanjutnya menembak titik yang akan dicari di lapangan. Dengan cara:
  • Menggerakan teropong secara horisontal sampai sudut horisontal menunjukkan angka 0o0’0’’. kunci pemutar horisontal.
  • Arahkan pembawa yalon segaris lurus dengan arah teropong.
  • Tembak prisma yalon, maka akan muncul nilai jarak. Jika jarak yang muncul minus berarti terlalu jauh alias kurang mendekat
  • atau kurang maju. Begitu dengan sebaliknya kalau jarak bernilai positif.

5. Memberi tanda titik tempat berdiri yalon yang menunjukkan nilai jarak nol m. Pastikan nivo tepat pada posisinya, masuk di dalam lingkaran tengah.

input data

Input Data Koordinat

mengarahkan ke yalon

Menembak Backsight (BS) dan Foresight (FS)

yalon berdiri di titik

Mengarahkan Yalon Ke arah TS

pemasangan patok

Memasang Pat

jaga nivoMenjaga Nivo

Titik-titik yang dicari melalui stake out biasanya merupakan batas tepi jalan, batas kavling tanah sesuai detail rencana. Pengukuran stake out ini tidak selesai dilakukan dalam sekali tiap titiknya. Karena setelah dilakukan stake out pada suatu titik, titik tersebut akan diratakan oleh alat berat. Jadi harus mengulang stake out lagi. Bukan karena nyusahin atau karena alat berat ga suka sama titik kita tetapi emang takdirnya titik tersebut harus hancur ketika ketinggian sebenarnya belum sesuai dengan ketinggian rencana proyek. Sungguh besar jasa titik-titik tersebut. Stake out diperlukan dari awal proyek sampai titik benar-benar fix sesuai rencana.

Agar pembuatan titik tersebut tidak sia-sia, mudah untuk dipindahkan dan dihancurkan, untuk awal penanaman patok menggunakan bambu dengan cat cerah (biasanya merah atau putih) sebagai tanda. Setelah mendekati fix titik bisa menggunakan patok beton berisi kawat agar patok berdiri kokoh.

Jadi, pengukuran stake out itu seperti pencarian harta karun yang tersimpan rapi di dalam tanah yang diketahui koordinat lokasinya saja. Di mana untuk menemukannya dibutuhkan minimal 2 orang pencari harta karun untuk menemukannya. :D

we are

Ayo Segera Buka Puasa dengan Es Buah Sepuasnya..haha

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s