Naik Bus?? Pikir-Pikir Dulu

Naik bus mungkin menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi mereka yang hobi naik bus. Namun berbeda dengan aku yang paling males dengan kegiatan yang satu ini. Kecuali terpaksa ketika pergi piknik yang memang mengharuskan aku naik kendaraan kotak gede yang satu ini.

Penyebab utama aku trauma (dulu) dan males (sekarang) adalah pengalaman masa lalu yang menyebabkan aku harus melakukan hal yang mungkin ga pernah dilakukan oleh orang. Berjalan sejauh 3 KM dengan sragam baru putih-biru (baca: anak SMP kelas VII), sepatu hitam, sendirian dengan langkah lelah, tetapi dengan tujuan yang jelas. Pulang ke rumah. Ini merupakan pengalaman pertamaku naik bus pulang ke rumah.

Siang itu, matahari lumayan terik karena memang saatnya terik. Pukul 10.30 siang, aku sudah nongkrong di deket SD 3 (bukan halte), tempat biasa anak-anak SMP 5 nungguin bus yang mengangkut mereka ke depan rumah. Tapi sekarang tempat yang bukan halte tersebut sudah tidak dilewatin bus, denger-denger karena ada kecelakaan tepat di perempatan SD 3 itu antara Ibu Lurah dan bus. (kalau ga salah)

Seru sih nunggu rame-rame, bareng-bareng ma temen-temen lain. Satu per satu, dua per dua, empat per lima, mereka mulai naik bus tujuan masing-masing. Ada yang tujuan Balong, Banaran, Gondang, dan lain-lain. Tapi sampai anak-anak abis dan menyisakan aku sendiri di kecerahan siang itu. Cerahnya siang tidak berbanding lurus dengan nasibku siang itu. Kira-kira 10an bus sudah berlalu melewati aku, tidak lupa kondekturnya selalu mengucapkan nama tempat tujuan bus. “Balong…baloong…”, dan lain sejenisnya namun dengan suara yang berbeda-beda tentunya.

Jam menunjukkan pukul 11.45 WIB. Ketika bus dengan urutan yang entah keberapa yang lewat di depanku, ada yang menawarkan bus dengan bilang “Sukqwprtnmd…” (tidak jelas terdengan di telingaku). Saat bus itu lewat, konsentrasiku sebagai penunggu bus sudah tidak maksimal. Tinggal 30%, 70% bosan,capek, laper. Setelah aku coba menerjemahkan kata yang diucapkan kondektur yang barusan lewat, aku mendapatkan kata yang cocok dengan tempat tujuanku.”SUKODONO..”. Tak berlama-lama mikir lagi, langsung aku hadap kiri dan memfokuskan mata ke arah tulisan di belakang bus, tampak jelas tulisan “Sukodono” dengan warna orange di sana. Ketika aku sadar itu tulisan Sukodono, bus sudah melaju dengan kencang dan semakin menjauh dari tempatku berdiri. Kesadaran yang semakin memperparah keadaan mentalku menunggu bus.

Aku mencoba untuk bersabar dan melawan rasa yang menganggu konsentrasiku. Bagaimanapun caranya aku harus bisa menemukan tulisan “Sukodono” di bus selanjutnya. Bus yang lewat mulai jarang, hampir ga ada bus yang berisi siswa sekolah lagi. Aku tetep mencoba bertahan dengan konsentrasi tingkat tinggi. Apalah artinya konsentrasi kalau ternyata tulisan itu ga kunjung datang juga. -_-

Dua setengah jam adalah waktu yang tepat untuk mengakhiri kegiatan yang membosankan ini. Aku putuskan untuk melangkahkan kaki menuju rumah walaupun langkah yang berat seperti di tahan aspal jalan. Rumah demi rumah, gang demi gang, belokan demi kian, perlahan mulai aku lewati. Pemukiman lewat, kuburan lewat, sawah dan pasarpun ga ketinggalan aku lewatin. Setelah menempuh jarak kira-kira 3 KM sampailah aku pada ibu penanam padi yang baik hati dan siswa teladan. Di persawahan itulah akhirnya aku mengakhiri jalan kakiku.. Ibu penanam padi menyapa aku dengan lembutnya, lalu kebetulan ada siswa SMA dengan onthelnya yang lewat, disuruhlah anak SMA itu oleh ibu tadi. Alhamdulillah… J

Setelah naik onthel 2 KM, aku harus turun karena masnya sudah melewatin rumahnya. Mulailah jalan kaki lagi. Tak jauh aku berjalan, lewatlah tetanggaku yang sudah SMA dengan motor modifnya. Tanpa menunggu perintah dari otak, mulutku langsung teriak memanggil namanya. Dia langsung berhenti dan mulai saat itulah jalan kakiku benar-benar berakhir. Karena aku sampai tepat di depan rumah.

Jangan pernah menyerah untuk terus meempertahankan keinginan kita yang belum tercapai walaupun banyak halangan dan rintangan yang mencegah dan melemahkan semangat kita. “Keep spirit and moving forward…” J

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s