Road to Jepara

Jalan-jalan ke Jepara. Sebelum bercerita lebih lanjut, kita tengok dulu geografi dan sejarah Kabupaten Jepara terlebih dulu.

Kabupaten Jepara, adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalahJepara. Kabupaten ini berbatasan dengan

Utara     : Laut Jawa,

Barat    : Laut Jawa,

Timur    : Kabupaten Pati danKabupaten Kudus,

Selatan : Kabupaten Demak.

Wilayah Kabupaten Jepara juga meliputi Kepulauan Karimunjawa, yang berada di Laut Jawa.

Asal nama Jepara berasal dari perkataan Ujung Para, Ujung Mara dan Jumpara yang kemudian menjadi Jepara, yang berarti
sebuah tempat pemukiman para pedagang yang berniaga ke berbagai daerah. Menurut buku “Sejarah Baru Dinasti Tang (618-906 M)” mencatat bahwa pada tahun 674 M seorang musafir Tionghoa bernama I-Tsing pernah mengunjungi negeri Holing atau Kaling atau Kalingga yang juga disebut Jawa atau Japa dan diyakini berlokasi di Keling, kawasan timur Jepara sekarang ini, serta dipimpin oleh seorang raja wanita bernama Ratu Shima yang dikenal sangat tegas. (id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Jepara)

^^

Melanjutkan misi jalan-jalan keliling Jawa Tengah. Minggu,  17 Juni 2012, pukul 09.00 WIB. Aku beserta 5 orang bersiap untuk menempuh jalan panjang yang enggak tahu arahnya ke mana namun tahu tujuannya ke mana, JEPARA. Bermodalkan GPS (Android), Maps (Symbian) dan nekat, ditambah sedikit melirik ke papan penunjuk jalan yang ada di tiap tikungan. Selain itu, kita juga berpedoman teguh dengan ‘Malu Bertanya Sesat di Jalan’.

Berikut penampakan enam orang tersebut : (kiri ke kanan) Aufan Niam, Ariescha Eko, Beny, Rizal, Ali (saya), dan Fery.

Melaju dengan 3 motor, dengan kecepatan sedang. Dalam waktu setengah jam kita telah keluar dari Kota Semarang. Berikut rute jalan menuju ke Jepara : Keluar Kota Semarang (Jl. Raya Semarang-Demak)-(belok kanan) tidak melewati Kota Demak-(belok kanan) jangan balik ke arah kota Demak-(belok kiri) arah Jepara-(ikuti jalan yang agak gede) Mijen – Welahan – Gempolsongo – Pacangan – (belok kiri trus belok kanan) Margoyoso – Rengging – Bate Alit – Tahunan – (nyampe deh) JEPARA. Gampang kan (padahal).

Setelah melalui jalan yang saya sebutin tadi, sekitar 2 jam (pukul 11.00 WIB) sampai lah kita pada tulisan ‘Jepara Bumi Kartini’. Ga jauh dari tulisan tadi saya nemuin tulisan ‘Jepara Kota Ukir’. Beberapa meter di depannya ada tulisan ‘Jepara Kota Adipura’. Jepara emang punya banyak julukan. Kereen😀


Apapun itu yang paling bener adalah ini :

Sepuluh menit dari tulisan ‘ababil’ itu (#piss) kita sampai di Alun-alun Jepara. Alun-alunnya ga beda jauh dengan Sragen. Kecil dang a begitu rame.😀

Setelah istirahat ga jelas di Alun-alun sebentar, kita melanjutkan perjalanan menuju Pantai bandengan sambil mencari tempat untuk mengisi perut. Menuju ke Pantai Bandengan, dari Alun-alun jalan ke utara belok kiri-lurus, Pantai Bandengan. Lumayan deket kok. (mungkin) Sekitar 15 menit.

‘Jangan lengah dengan godaan pantai, kita harus sholat Duhur dulu’…hehe

Beginilah wujud pantai Bandengan, agak ga jelas sih keadaannya. Pantainya ramai pengunjung, banyak orang berjualan di sepanjang tepi jalan. Parkiran ramai bus dan motor yang berasal dari berbagai kota. Angin sepoi-sepoi dan rindangnya pohon, memanjakan tubuh yang letih. Untuk lebih jelasnya main ke sini sendiri deh. Menyenangkan dan cocok banget buat refreshing.🙂

Sambil menikmati angin pantai kita berenam makan tela dengan berbagai rasa dan minum air mineral. Kriuk dan nyeeees. Segeer😀

Cuaca yang panas membuat kita mengurungkan niat untuk naik banan boat ataupun hanya sekedar ngambang di pantai.Tapi yang penting adalah dokumentasi (narsis mood on). #narsisituperlu😀

Setelah mungkin terpaksa harus puas di pantai. Kita melaju ke arah selatan, menuju ke Stadion GBK. Bukan Gelora Bung Karno, melainkan Gelora Bumi Kartini. Tidak bermaksud untuk membanding-bandingkan dengan Stadion Manahan Solo, kita berputar mengelilingi stadion. Ternyata di antara kedua stadion ini ada kesamaan. Selain sama-sama buat main bola, stadion ini juga memiliki patung pemanah. Bedannya kalau di Solo, pemanahnya ga sendirian sedang di Jepara, pemanah pemberani. Mungkin yang di Manahan, lagi belajar memanah. Yang di Jepara, manah beneran. #justkidding😀

GELORA BUMI KARTINI, Jepara

 
Stadion MANAHAN, Solo

Saatnya pulang. Sekalian perjalanan pulang kita mampir ke Masjid Agung Demak. Masjid yang berada di dekat Alun-alun Demak. Ssssttt, alun-alun di sini lebih ramai di banding alun-alun yang saya temui tadi siang. Niat sholat maghrib di sini cuma sekedar, setelah melihat antrian orang di tempat wudhu. Tapi bukan berarti kita ga sholat maghrib. Kita sholat di mushola pom bensin deket alun-alun.

Jam 20.30 WIB, sampailah kita di Peleburan untuk makan malam dan ngobrol-ngobrol. Kenyang makan dan kenyang ngobrol. Kita tidur di kamar kos masing-masing. Istirahat yang menyenangkan dan tidur yang berkualitas. Hehe

Perjalanan terasa menyenangkan, bila bersama teman-teman. Ke mana tujuan kota selanjutnya??🙂

Ingaat!! ‘Malu Bertanya Sesat di jalan’.

Satu pemikiran pada “Road to Jepara

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s