Praktikum PCI Geomatics –Triangulasi Fotogrametri

Triangulasi Fotogrammetri adalah metode triangulasi secara grafik, mekanik atau analitik dimana foto udara diorientasikan secara tepat terhadap titik kontrol tanah sehingga titik kontrol tambahan dapat dibuat dengan posisi planimetrik yang benar dan diikatkan dengan cara mengukur titik kontrol minor foto kemudian ditransformasi ketitik kontrol tanah.

Seperti halnya bidang ilmu lain, bidang ilmu triangulasi fotogrametri juga sudah maju seiring dengan perkembangan teknologi. Khususnya dalam software pengolah data citra yang sangat membantu dalam pekerjaan triangulasi fotogrametri. Salah satu program yang dapat menjalankan aplikasi pekerjaan triangulasi fotogrammetri tersebut adalah
PCI Geomatica.

Adapun tujuan dari penggunaan software ini, sebagai berikut :

  1. Mengkonversi data dari format .TIF menjadi format .PIX.
  2. Untuk menentukan titik fiducial mark,
  3. Membuat titik Tie point, GCP,
  4. Untuk melakukan proses orthofoto,
  5. Pembuatan mosaik foto,
  6. Penggabungan overlay foto udara hasil orthofoto dengan peta RBI dan jalur terbang dengan AutoCad.

Berikut tutorial (singkat dan padat) salah satu software Geodesi, khususnya untuk bidang Fotogrametri. Software yang digunakan adalah PCI Geomatica v 10.0. Contoh data dan pembuatan nama file, saya ambilkan contoh dari praktikum kelompok saya.

Inilah menu utama PCI Geomatica v 10.0 :

A. Mengkonversi data dari format .tif menjadi format .pix:

  1. Pilih icon ‘OrthoEngine’ (gambar pesawat, 2 dari kiri).
  2. ‘File’ > ‘file utility’
  3. ‘File’ > ‘Export to…’
  4. ‘Browse’ (atas), pilih foto udara yang mau diubah (.tif). misal : 14003.tif
  5. ‘Browse’ (bawah), ketik nama foto udara yang baru (.pix) sesuai nama asli sebelumnya.
  6. ‘Select All’ > ‘Add’ > ‘Translate’.
  7. Ulangi langkah di atas, untuk foto udara yang lain.

B. Menentukan titik fiducial mark :

–          Sebelum membuat titik fiducial mark, kita harus membuat project terlebih dahulu. Langkah-langkahnya :

  1. Pilih icon ‘OrthoEngine’.
  2. ‘File’ > ‘New’
  3. ‘Browse’, untuk menentukan folder tempat project baru berikut nama file.
  4. ‘Name’, isi dengan nama Fiducial Mark
  5. ‘Description’, isi dengan konversi data dan penentuan fiducial mark
  6. Pilih ‘Aerial Photography’ > ’OK’
  7. Pada ‘Output Projection’ ganti dengan ‘UTM’, akan muncul window ‘Earth Models’
  8. Pada ‘Datums’ pilih ‘D000-WGS 1984’, sesuaikan dengan datum yang digunakan pada foto udara yang kita pakai.
  9. Pada ‘Ellipsoids’ pilih ‘E012-WGS 84’ > ‘Accept’
  10. Pada ‘UTM Zones’ pilih ‘Zone 50’, sesuaikan dengan zona foto udara yang kita kerjakan. Zona 50 disini dipilih karena foto udara yang saya pakai dalam praktikum adalah zona Sulawesi. > ‘Accept’
  11. Pada ‘UTM Rows’ pilih ‘Southern Hemi…’ > ‘Accept’
  12. Isi ‘Output pixel spacing ‘0,5 m’ > ‘Set GCP…’ > ’OK’
  13. Muncul window ‘Standard Aerial…’, isi window tersebut sesuai dengan gambar di bawah ini : kalibrasi 
  14. > ‘OK’
  15. Agar aman kita simpan projectnya, ‘File’ > ‘Save’

Kalibrasi :

–          Membuat titik fiducial mark.

  1. Pada ‘Procesing step’, pilih ‘Data Input’
  2. Pilih ‘Open…’ (gambar menu 1 dari kiri) > ‘New Image’ > select all data foto yang telah kita convert (.pix)
  3. Double klik file tersebut sehingga terbuka window  “foto udara” dan “fiducial mark collection..”
  4. Mainkan menu zoom untuk memilih titik tengah pada masing-masing fiducial mark di tiap corner foto. (disarankan memakai ‘zoom interactive’ untuk mempercepat)
  5. Setelah yakin tanda plus merah di tengah-tengah titik fiducial mark, klik ‘set’ pada window “fiducial…” sesuai dengan letak corner yang dipilih. > ‘OK’
  6. Ulangi langkah di atas untuk semua foto.

NB: toleransi kesalahan error < 0,020 mm untuk setiap pojok.

C. Membuat titik tie point :

Tie point adalah titik yang digunakan untuk merekonstrukis foto untuk memperoleh ketelitian dan kualitas hubungan antar foto. Untuk posisi sidelap (tampalan samping) dan overlap (tampalan depan). Pada foto bagian tepi berjumlah 6, sedang foto bagian tengah (bukan tepi) berjumlah 9. Buka titik von guber untuk lebih jelasnya.

Berikut langkah kerjanya :

  1. Pada ‘Procesing step’, pilih ‘GCP/TP Collection’
  2. Pilih ‘Manually Collect tie points’
  3. Jika belum muncul file foto, buka foto melalui ‘Open…’ (gambar menu 1 dari kiri) > ‘New Image’ > select all data foto yang telah kita convert (.pix)
  4. Buka 2 foto udara yang bersebelahan. Misal : 14003 dengan 14004.
  5. Tentukan titik yang sama di kedua foto tersebut, ubah klik ‘Use point’ pada kedua foto > ‘Accept’
  6. Ulangi langkah tersebut untuk mendapatkan semua tie point.

NB: Hati-hati dengan penamaan ‘tie point ID’. Tambahkan angka 1 dibelakang nomor foto untuk tie point paling atas, 0 untuk tie point di bawahnya dan 2 untuk tie point terbawah.

D. Membuat titik GCP (Ground Control Points) :

GCP merupakan titik kontrol tanah (X,Y,Z).

  1. Sama dengan langkah tie points, bedanya menggunakan menu ‘Collect GCPs Manually’ (gambar 2 dari kiri)
  2. Sebelumnya buka file koordinat GPS pada excel.
  3. Copykan koordinat GPS yang hendak dipakai ke dalam kolom X,Y,Z pada window “GCP Collection”
  4. Cari titik GCP pada foto, ditandai dengan warna putih berbentuk plus (+).
  5. Setelah ketemu klik ‘Use Point’ > ‘Accept’
  6. Melakukan proses orthofoto :
    1. Pada ‘Procesing step’, pilih ‘Ortho Generation’
    2. Pilih satu-satunya menu yang ada
    3. Select all semua model foto yang ada di ‘Available images’ > klik ‘-> > ‘Generate Orthos’

E. Membuat mosaik foto:

    1. Pada ‘Procesing step’, pilih ‘Mosaic’
    2. Pilih ‘Define mosaic area’ (gambar 1 dari kiri)
    3. Klik ‘Create Mosaic File’
    4. Buat nama file mosaik, pada save as type pilih .tif
    5. Proses mosaic selesai
    6. Pilih ‘Automatic Mosaicking’ (gambar 4 dari kiri)
    7. Klik ‘Generate Mosaic’

F. Menggabungkan overlay foto dengan peta RBI :

–  Sebelum melakukan overlay (pertampalan), terlebih dahulu kita konversikan file hasil mosaik yang berformat ‘.tif’ ke format ‘TIFF 6.0’ dengan cara yang sama seperti langkah 1 diatas (pengkonversian data).

–   Langkah untuk melakukan overlay foto dengan RBI:

  1. Buka AutoCAD Map 2004, buka file ‘RBI Gabung’
  2. Pilih menu ‘Map’ > ‘Insert’ > ‘Image’
  3. Buka file mosaik hasil konversi.

Di atas adalah rangkuman yang telah saya buat singkat (bukan sesingkat-singkatnya). Semoga dapat dipraktikan dengan lancar dan bermanfaat. Selamat bekerja !!🙂

2 pemikiran pada “Praktikum PCI Geomatics –Triangulasi Fotogrametri

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s