Journey to Boyolali (postingan yang tertunda)

Jumat, 11 November 2011. Kami Kos 28 (sebutan kos ku) dan teman-teman lain jalan-jalan ke Boyolali setelah capek 2 minggu UTS (baca refreshing). Kami bertolak dari Semarang  pukul 5 sore dan sampai di Boyolali pukul 8. Tujuan kami main ke Boyolali selain refresing juga silaturahmi ke rumah-rumah teman Boyolali, biar tahu juga rumah-rumah mereka agar nanti setelah lulus masih bisa main. Ternyata dibalik tujuan kami yang baik, ada manfaat lain yang sudah kami duga, makan gratis tanpa batas. Dan yang paling penting kami mendapat banyak pengalaman baru, dari mulai safety rider, keberuntungan terhindar dari hujan , pemandangan yang indah, susah tidur, dinginnya gunung merapi, dan masih banyak pengalaman unik yang kita temui.

Sebelum itu mari kita mengenal Kabupaten Boyolali terlebih dulu. Kabupaten Boyolali (Bahasa Jawa: Boya-lali, boya berarti tidak, lali berarti lupa, dan secara harafiah: “tidak lupa”. Makna kata Boyolali mengandung maksud bahwa para pelaku pemerintahan dalam menjalankan tugas dan wewenangnya selalu waspada, demikian juga rakyat selalu patuh, taat dan penuh kewaspadaan dalam melaksanakan kewajibannya. Semoga nama tersebut dapat jadi kenyataan.aamiin.

Kabupaten Boyolali adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Boyolali, terletak sekitar 25 km sebelah barat Kota Surakarta. Kabupaten memiliki luas

1.015,10 km2, berbatasan dengan :

Utara : Kabupaten Semarangdan Kabupaten Grobogan;

Timur : Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Surakarta (Solo);

Selatan : Kabupaten Klaten dan Daerah Istimewa Yogyakarta;

Barat : Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang di barat.

Boyolali memiliki banyak sekali pariwisata. Karena saking banyaknya, kita Cuma bisa mengunjungi beberapa temapat saja. Silakan cek di sini : http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Boyolali

Dalam perjalanan

Kita rencana berangkat jam 3 sore, berhubung cuaca hujan maka pukul 5 sore kita baru bisa berangkat. Di perjalan menuju ke Boyolali lebih tahu bagaimana agar kita bisa aman dalam perjalanan jauh. Berangkat dengan empat motor gede (3 MegaPro, 1 Byson) dan satu motor Supra X 125. Tiga diantara motor tersebut sudah dimodif jadi motor touring, dengan handguard dan ban gede. Jadi diperjalanan dengan adanya motor-motor touring tersebut kita bisa lebih luas dapat jalan. Dengan kode-kode melambaikan tangan, mobil-motor yang ada di jalan minggir semua. Sedangkan motor non-touring tinggal buntutin aja dari belakang. Aman dan cepat.  Ada temanku yang takut kalau naik motor ngebut, sampai dia tidak henti-hentinya nge-rem sopir dengan kata-kata yang dia rasakan. “ndut, alon-alon ae ndut”, ”ojo banter-banter”, “awas bus”, dan kata-kata lain yang tidak jauh beda maknanya dari kata ‘pelan-pelan’ yang menandakan dia takut setengah mati sambil pegangan kuat pundak teman depannya. Sampai saat dia melambaikan tangan pas mau nyalip aja kaya bebek kehilangan satu sayap, gerakan tangannya cuma sampai pergelangan tangan aja dengan cepat sama dengan detak jantungnya yang panik.

Waktu sudah menunjukan pukul 18.15 WIB, adzan maghrib sudah lewat. Kita mampir dulu ke pom bensin di Ampel untuk menunaikan kewajiban kita sebagai makhluk Allah. Setelah sholat, hujan turun dengan derasnya. Ternyata malaikat Mikail juga tahu, kalau kita sudah aman berteduh baru diturunkan hujan. Setelah hujan reda, kita lanjutkan perjalanan ke tujuan pertama kita, rumah Satya.

First Destiny

Rumah Satya @Boyolali, 20.00 WIB, kita sampai di pusat kota Boyolali, rumah Satya. Sampai di sana kita disambut dengan segelas teh panas untuk menghangatkan tubuh setelah melewati dinginnya jalan sambil nonton tv. Acara tv-nya Opening Ceremony SEA Games 26th di Palembang. Acaranya sangat megah, fantastic, amazing, bagus banget, g kalah sama Opening Ceremony-nya World Cup d Afsel kemarin. Efek pencahayaanny kelihatan seperti nyata, petasannya banyak banget, gerakan-gerakan penarinya juga kompak. Appalause deh buat Indonesia. Sambil nonton acara tersebut kita ngobrol-ngobrol, decak kagum kita. Ada teman aku yang bilang, “Sebagian duitnya sudah dikorupsi aja, acaranya masih bagus dan megah gitu. Apalagi kalo g dikorupsi ya??”. Denger-denger acara tersebut menghabiskan biaya 27 M,angka yang fantastis. Itu sudah dikurangin dengan uang yang dikorupsi apa belum aku juga kurang tahu.

Sambil makan mie+bakso, kita bahas masalah timnas senior Indonesia yang nanti jam 23.00 main lawan Qatar. Indonesia semenjak dilatih sama Wim, permainannya tambah buruk aja. Sering gonta-ganti pemain tanpa alasan yang jelas. Bikin permainan tim jadi g jelas mau main seperti apa. Wim malah manggil pemain-pemain tua yang sudah lama tidak dipanggil timnas. Alhasil, Indonesia kalah di semua lini. 4-0 untuk kemenangan Qatar.

Sebelum Indo main, yang nonton ada 4 orang. Eh,lama kelamaan berguguran satu per satu gagal mempertahankan mata mereka. Tinggallah aku nonton sendiri, demi menonton timnas Indonesia. Setelah pertandingan selesai , jam 01.00 aku mulai mengikuti lomba rebutan selimut. Setelah menang, baru bisa tidur dengan nyenyak. Pagi jam 04.00, alarmku belum berbunyi tapi aku sudah bangun. Bukan karena aku yang rajin bangun pagi, tapi gara-gara dengar dengkuran teman sebelah yang mendengur keras banget. Aku mencoba mengurangi suara dengkuran tersebut menutup telinga dengan selimut, tetep aja dengkurannya masih terdengar kenceng. Terpaksa bangun untuk sholat subuh. Tidak selamanya terpaksa itu buruk dan tak selamanya dengkuran itu tidak bermanfaat (dengkuran = alarm).

Second Destiny

Rumah Dwek @Cepogo. 12 Nov 2011, 10.00 WIB. Kita ke Cepogo sebenarnya cuma bentar, nemenin Dwek ganti baju aja. Ternyata bentar di sini lebih dari setengah jam, gara-gara nyari kunci rumah yang g ketemu-ketemu. Padahal sudah kaya maling mau bobol rumah tapi tidak dengan cara yang kasar, setiap bawah pot dibuka untuk mendapatkan kunci. Setelah capek, baru telpon bapaknya minta kunci. Kenapa gag dari awal aja telponnya ya??

Setelah bisa masuk kita belum beraksi seperti macan kelaparan, tapi pas turun pulang dari Selo hari selanjutnya baru deh kita beraksi.

Third Destiny

Rumah Rudi @Selo,12 Nov 2011, 11.00 WIB. Sampailah kita pada penginapan selanjutnya. Di Selo inilah kita banyak main kemana-mana. Mulai dari dingin-dingin sampai yang keringatan.

Ketep

Setelah istirahat sebentar di rumah Rudi, kita main ke Ketep. Di sana kita bisa melihat kota boyolali, udara sejuk dan dingin, bisa melihat pemandangan yang indah. Untuk memasuki area wisata ini, kita dikenai biaya 7rb. Menurutku tempatnya bersih dan bagus tetapi kurang gede, masih terlalu sempit. Di wisata ini ada bioskop yang berfilm merapi, museum yang isinya tentang geologi dan geodesi banget (foto,peta, miniature, yang berhubungan dengan Merapi). Di museum juga ada stereoskop, alat geodesi yang buat melihat foto udara. 

Kedung Kayang

Dari ketep kita lanjutkan perjalanan menuju “Kedung Kayang”. Berbayar Rp 2.250, angka yang ganjil banget. Dibuat ada 250-nya mungkin maksudnya biar yang masuk ada pasangannya, g sendirian. Di sini kita bisa menemukan air terjun yang lumayan tinggi. Bagus banget buat foto-foto, tapi untuk mencapai tempat air terjunnya harus melewati anak tangga dan jalan batuan yang lumayan jauh, sekitar 200 m. Sampai di bawah yang ada cuma batu dan air yang di apit tebing di kanan-kiri. Cerita lucunya, waktu naik ke atas setelah selesai foto-foto. Teman kita Gendut, harus jalan terseok-seok untuk mencapai atas. Sampai di atas banjir keringat tidak bisa dicegah lagi. Dia harus berhenti dulu tiap 10 m, untuk memulihkan tenaga. Sebenarnya bukan Gendut aja sih yang merasa capek, yang lainpun tidak beda jauh beda.

Sebelum balik ke Selo kita mampir ke rumah Mahmud, untuk istirahat, sholat dan merompak makanan (kejam banget). Perut penuh, balik ke Selo.

Malam di Selo. Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, mandi di Selo pasti malas-malasan atau bahkan tidak jadi mandi karena airnya yang dingin banget. Waktu aku mandi airnya tinggal sedikit, aku pikur air segini mana cukup kalau dikos dipakai buat seorang aja kurang. Tapi setelah menyiramkan air pertama ke tubuh. Brrrr. Dingin banget, sampai ke tulang-tulang. Apalagi pas disiramkan ke kepala, dinginnya sampai ke ubun-ubun. Karena airnya dingin,aku cuma pakainya dikit jadi air yang tadinya dikit sekarang masih dikit, kayak tidak ada pengurangan. Anehnya sisa airku tadi, masih bisa dipakai 2 orang setelahku. Air dingin ternyata lebih awet, yang kelihatannya hanya sedikit bisa dipakai untuk banyak kebutuhan.

Malam itu, hujan lumayan deras, petir tidak berhenti bergemuruh. Menambah dinginnya malam itu. Hawa dingin membuat teman-teman lebih cepat tidur dengan pakaian dan selimut yang menutup seluruh badan meraka sampai tidak kelihatan mana wajah dan mana telapak kaki. Tidurku tidak nyenyak karena harus sambil rebutan selimut dengan teman samping saya seperti tarik tambang. Pukul 2 malam aku terbangun oleh suara dengkuran lagi, karena memang teman sebelah saya tidak beda saat tidur di tempat Satya. Setelah pindah ke atas kursi beberapa menit, suara dengkuran mulai diam. Aku kembali lagi karena di atas kursi tidak ada penghangat tubuh.

New Selo

New Selo, ditulis dengan gaya ala tulisan Hollywood di Amerika. Seperti biasa, kita disana menghirup udara segar dan foto-foto dengan background pemandangan, bertema nature. Dengan pemandangan gunung-gunung dan kabut putih di pagi hari, ditambah teropong sebagai property biar fotonya lebih keren.

Fourth Destiny

Rumah Wahyu Gendut @kota Boyolali dan Lanjut ke rumah Aufan @Tengaran, Kab. Semarang, 13 Nov 2011. Istirahat, mandi, makan. Kegiatan simple yang sangat penting untuk mengumpulkan tenaga guna menempuh perjalanan ke Semarang, kos 28 lebih tepatnya.

Mulai dari sinilah, kegiatan jalan-jalan ke Kabupaten lain seperti Wonosobo, Jepara, mulai terlaksana. Mengenal tempat dan hal baru itu menyenangkan.🙂

Satu pemikiran pada “Journey to Boyolali (postingan yang tertunda)

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s