‘Merdeka’ dengan ‘Allahu Akbar’

Bulan Agustus tahun ini, bulan yang sangat spesial karena dalam bulan tersebut bersanding dua hari yang penting bagi umat beragama Islam dan seluruh warga Negara Indonesia, yaitu Hari Raya Idul Fitri 1433 H (tanggal 19 Agustus 2012) dan Hari Ulang Tahun Negara Republik Indonesia yang ke-67 (tanggal 17 Agustus 2012). Kedua hari tersebut merupakan hari yang sangat bermakna dan ditunggu-tunggu. Hari yang bermakna karena mempunyai arti penting untuk diperingati sebagai hari kemenangan. kalau puasa adalah kemenangan karena telah berakhir kewajiban menahan nafsu selama sebulan, sedangkan hari ulang tahun kemerdekaan adalah kemenangan atas kebebasan dari penjajahan sebagai Negara merdeka.

Hari raya idul fitri adalah hari yang ditunggu-tunggu baik bagi mereka yang berpuasa, tidak berpuasa maupun pura-pura puasa. Menunggu pakaian baru, menunggu makanan enak, dll. Namun dari itu semua saya yakin yang paling penting adalah menunggu kesucian diri setelah sebulan kita digembleng iman kita dengan begitu banyak belajar agama dari ceramah yang ada di layar kaca ataupun dari atas mimbar masjid dan amalan-amalan yang pahalanya berlipat ganda yang menyebabkan jamaah di masjid yang meningkat ratusan persen dari hari biasa. Selama sebulan tersebut tujuannya adalah untuk menjadikan kita sebagai muslim yang bertakwa. Bertakwa yang membuat kita merasa dekat dengan Allah, yang akan terbukti dengan tetap semangatnya kita dalam beribadah walaupun Ramadhan telah meninggalkan kita.

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu BERTAKWA” (Q. S. Al-Baqarah, ayat 183)

Kemerdekaan bagi kita yang hidup sekarang adalah sebuah hadiah, yang tinggal menikmati kebebasaan dari tekanan dan rasa takut. Dulu, banyak yang bekerja kerja melampui batas, membanting tulang sampai lengan dan lututnya membengkak. Namun ketika hendak memanen, hasilnya harus dibagi dengan penjajah. Sekarang kita hidup dengan nyaman tanpa ada gangguan, tanpa rasa takut, bebas dan merdeka.  Kita hendaknya mengenang sejarah perjuangan pahlawan dengan bersyukur dan menjaga titipan para pahlawan dengan semangat membara mencari ilmu, mempertahankan kemerdekaan, menumbuh kembangkan rasa cinta tanah air nusantara (nasionalisme), memajukan Negara Indonesia menjadi negara yang bebas dari kemiskinan dan kebodohan. Selain kemerdekaan yang dirasakan dengan batin, tanggal 17 Agustus harus kita peringati juga secara lahiriah untuk menambah semaraknya hari yang sangat istimewa ini. Hal itu bisa kita tunjukkan dengan mengikuti upacara bendera dengan khidmat. Selain itu ada hal yang lebih ringan namun bagi (beberapa) orang berat untuk dilaksanakan. Memasang bendera Merah-Putih. Aktivitas yang sangat ringan sekali jika dibanding dengan perjuangan bertaruh nyawa para pahlawan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya”, Bung Karno.

Jika dalam 1 Syawal ada sholat Id dan 17 Agustus ada upacara bendera. Kedua ritual tersebut memiliki kesamaan yang wajib dilakukan, yaitu melaksanakannya dengan khidmat. Setelah Idul Fitri kita dituntut untuk menjadi orang yang bertakwa, HUT Indonesia kita dituntut untuk memiliki rasa nasionalsme yang tinggi. Jadi, ini adalah bulan yang sangat lengkap dan tepat bagi kita untuk merubah dan meningkatkan kualitas diri kita. Revolusi diri, menuju perubahan yang lebih baik. Mari kita tingkatkan semangat beribadah dan semangat berkreasi untuk negeri. Siap berubah??

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s