Gili Trawangan

Gili-IslandSetelah jalan-jalan mulai dari pusat pulau Lombok di Mataram, lalu di Pantai Pink Lombok Timur, di Air Terjun Benang Stokel Lombok Tengah. Sekarang kita menuju ke Lombok Utara, tepatnya di Barat Laut Pulau Lombok. The Three Gili’s : Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. (ternyata sudah semua kabupaten dan kotamadya aku injak tanahnya..hoho)

Namun, tidak semua gili akan dikunjungi. Hari ini tanggal 1 Februari, jam setengah satu siang kita berangkat menuju ke gili yang paling luas, Gili Trawangan. Untuk menuju pulau kecil yang terkenal ini, kita naik perahu dengan mengeluarkan uang 12,5 ribu per orang. Setelah sekitar setengah jam duduk manis berdesak-desakan, sampailah di Gili Trawangan.

Perahu giliPerahu siap berangkat

Sesampainya di TKP. Langsung cari penginapan untuk bermalam. Ga beda jauh dengan nyari kos, kita harus pinter-pinter dan sabar nyari penginapan yang pas. Pas untuk istirahat, pas nyamannya, pas fasilitasnya dan yang paling penting pas di kantong. Bisa ditawar-tawar juga kok, untuk mencapai equilibrium price. Kalau pengen murah nyarinya jangan yang di bibir pantai, nyarinya yang masuk-masuk gang. Alhamdulillah, kita dapet penginapan yang pas, malah lebih. Lebih dari ekpektasi kita, kamar yang kita kira cuma bisa muat 7 orang ternyata 15 orang aja bisa muat. Biayanya 350rb, sudah termasuk breakfast. Di dalam kamar ada TV+dvd, 3 kasur+2 kasur tambahan dan kamar mandi. (Lumayan) Murah kan??

saatnya mandi soreMandi Sore

Lanjuut. Jalan-jalan sore menikmati pemandangan Gili Trawangan. Mandi adalah kebutuhan, tapi kalau mandi di pantai adalah kewajiban yang harus dicoba. Rugi sampai di sini ga nyobain air pantai gili trawangan. Selesai pura-pura berenang dan menyelam. (Cuma pura-pura karena aku ga berani sampai agak ke tengah kaya yang lain). Kita berjalan ke selatan menuju sunset point. Ternyata matahari sore waktu itu malu-malu dan bersembunyi di balik kumpulan awan putih tebal yang membuat beberapa pasang mata agak kecewa.

sunset spot

Sunset Point

Bulan mulai tampil di atas panggung pulau gili trawangan, sepanjang jalan bagian timur pulau semakin rame. Dominasi bule semakin terlihat dibanding penduduk lokal. Lampu-lampu penginapan dan tempat makan dengan berbagai macam warna mulai menghiasi jalan kecil tak beraspal. Setelah sholat isya’, kita mulai berjelajah sepanjang jalan untuk mengetahui gemerlapnya malam. Ternyata wow. Jalanan semakin padat, lalu lintas jadi macet. Tempat makan dengan berbagai menu makanan dan minuman terbuka lebar dengan fasilitas masing-masing untuk menarik pengunjung. Yang jadi catatan untuk kita, orang Islam adalah pilih makanan dan minuman yang benar-benar halal. Mislakan beli pizza, lihat komposisinya. Tempat kemarin kita jajan di sana, di menunya ada komposisinya. Untuk harga, akan ada tambahan selain pajak 10% juga ada biaya service 11%. Mahaaal…😀

tempat nongkrong buleTempat bule berjemur

Selain itu, hati-hati juga ketika ditawarin sesuatu yang ‘aneh’. Waktu itu, kita berempat setelah keluar dari penginapan di tengah jalan ada pemuda yang lagi megangin sepeda onthel. Pemuda itu tiba-tiba nawarin sesuatu. Dengan logat sasak dan intonasi yang ga begitu jelas. Lalu, diulang omongannya. Ternyata dia bilang ‘gelek’. Gelek?? *bingung. “Gelek apa mas??”. “Cimeng”, jawabnya singakat. “Enggak mas”, geleng-geleng kepala singkat dan ambil langkah seribu kita. Pikir kita, gelek itu nawarin sepada onthelnya tadi. *gubrak

menunggu sunreiseMenunggu sunrise

Pagi-pagi banget, setelah sholat subuh. Kita ga mau melewatkan matahari terbit di gili trawangan. Setelah menemukan spot yang nyaman, kita duduk ngantuk di atas pasir sangan dekat dengan bibir pantai. Sayangnya sunrise di sini, tidak bisa langsung melihat matahari muncul dari laut, tetapi matahari muncul dari balik pulau gili meno. Sunrise kali ini ditemani tamu spesial bule london, yang muncul tiba-tiba. Setelah hampir 2 jam berkepo-kepoan dengan si bule kita sambil menikmati sunrise lanjut cari persewaan alat snorkeling yang berbandrol 30rb per orang.

sunriseRise..rise…rise…

Selesai mandi dan breakfast, kita siap-siap pulang. Selain tempat ini menyajikan wisata alam yang menarik dan menawan, juga menyajikan macam-macam sesuatu yang haram. Hati-hatilah!! Jaga iman kita…🙂

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s