Lost in Bali

Sore itu, feri Lembar-Padang Bai mulai merapat ke dermaga secara pelan. Dua sosok mahasiswa kurus keluar dari feri dengan muka kusut setelah terlelap hampir 5 jam ditimang-timang feri di atas selat Lombok. Resmilah mereka berdua Lost in Bali. Mata langsung bergerak cepat ke kanan-kiri mencari kubah masjid, untuk menunaikan kewajiban sebagai khalifah dunia.

Selesai shalat dan istirahat sebentar untuk makan arem-arem dan roti bekal dari Lombok, Kita  berdua mulai mencari transportasi untuk menuju ke Denpasar. Tidak mau salah mengeluarkan uang terlalu mahal untuk biaya perjalanan, mereka bertanya pada salah seorang berseragam warna biru langit rapi yang berdiri tegap. “Sore gini ga ada bus yang menuju ke Denpasar dik, adanya besok jam 4 pagi. Jam segini naiknya angkot. Biayanya sekitar 35rb, kalau agak malam dikit 40rb.” Mendapat pencerahan dari bapak berseragam, mereka berdua langsung ditawari beberapa bapak-bapak tanpa mereka bertanya. Deal dengan harga 40rb dengan si sopir. Roda angkot yang sudah agak tua berputar kencang di atas jalan baru menuju ke Denpasar seiring dengan cahaya yang sedikit demi sedikit menggelap. Lanjut naik taksi yang berbayar tanpa biaya ukuran argo.

Lost in BaliLost in Bali

Menuju ke tempat yang belum pernah dikunjungi hanya bermodal alamat memang (agak) membingungkan, ditambah lagi jalan kaki malam itu diiringi gonggongan anjing yang bikin serem. Setelah berjalan mondar-mandir akhirnya ketemu juga rumah bulek si cungkring. #Alhamdulillah

1st Day Lost in Bali

Pagi yang cerah di Perumahan Dalung Permai menyapa semangat jalan-jalan mengitari Denpasar. Sarapan pagi telah mengisi penuh perut, motor biru siap mengantar keliling Denpasar. Bermodalkan software Sygic di tablet, satu orang sebagai navigator dengan headset terpasang di kuping dan satu lagi sebagai driver. Sesuai instruksi dari suara cewek dalam tab android, kita sukses nyasar di Pelabuhan Benoa padahal mau mencari Hutan Mangrove.

SygicMbak Sygic

Pelabuhan BenoaPelabuhan Benoa

Tidak kecewa dengan instruksi mbak-mbak Sygic, kita menuju Legian. “300m lagi belok kiri, 100m lagi belok kanan, lokasi tujuan ada di sebelah kanan Anda, Anda telah sampai di lokasi tujuan”, itulah suara merdu yang diucapkan mbak Sygic. Alhamdulillah, kita beneran sukses sampai di monumen peringatan bom bali yang terjadi di jalan Legian 12 Oktober 2002. Di situ tertulis nama-nama korban peledakan bom beserta asla Negara masing-masing. Semoga peledakan bom seperti ini tidak terulang lagi.

LegianMonumen Legian

Next destiny, Pantai Kuta. Kesuksesan mbak Sygic berlanjut mengantarkan kita ke pantai Kuta dan Discovery (Centro) Mall. Discovery mall ini letaknya di tepi pantai Kuta jadi dengan berdiri di atas lantai mall kita bisa melihat langsung pesona pantai Kuta. Anehnya, pas kita istirahat di KFC bukan bule eropa yang duduk di sana melainkan orang-orang cina dengan bahasa Chinese yang bikin penuh itu KFC. Aku jadi curiga KFC di Discovery Mall ini bukan singkatan dari Kentucky Fried Chicken tetapi Kentucky Fried China.😀

DiscoveryDiscovery Mall

Kuta BaliPantai Kuta Bali

Kebahagiaan mendengarkan suara merdu mbak Sygic dan rentetan kesuksesannya membuat kita yakin bakal bisa balik ke titik nol (rumah buleknya si cungkring) dengan selamat dan lancar tanpa kesasar. Ternyta eh ternyata, si mbak-mbak ini member intruksi yang lebih parah dari pengalaman pertama. Kita tidak dianter sampai tujuan tetapi malah dianter ke jalan buntu yang berujung di persawahan. Untung kita berdua mahasiswa Undip sekaligus jurusan Geodesi, jadi bukan jadi masalah yang besar untuk bisa kembali ke rumah.hoho. (Walaupun sempat berputar-putar, mondar-mandir, keluar-masuk gang. Haha)

2nd Day Lost in Bali

Singaraja Setelah si cungkring yang sudah bergabung dengan bus KKL, maka resmi aku LOST IN BALI. Beruntungnya aku berada di lingkungan teman-teman yang baik hatinya. Si Coco yang tinggal di Bali, berkenan menerimaku sebagai tamu perusuh liburan. Aku dijemput dari Denpasar menuju ke Singaraja yang lama perjalannya hamper 3 jam. Baik banget bukan temenku.hehe.

Tidak hanya menginap, aku di Singaraja juga berkesempatan mengunjungi pantai Lovina yang dulunya rame turis asing. Pantai ber-ikon dolphin ini memiliki pasir hitam yang konon merupakan pasir letusan gunung Agung. Angin pagi di pantai Lovina sangat menenangkan dan sangat fresh, menyejukkan. Pantai yang berada di ujung utara pulau Bali ini mungkin tidak akan pernah aku kunjungi kalau tidak kebetulan menginap di sini. Karena memang kebanyakan saat piknik itu hanya berkeliling di area kota Denpasar aja. Bener kan??

LovinaPantai Lovina

Sampai di kamar, aku mendapatkan teman spesial yang dipandu langsung oleh Putri Indonesia 2005, Nadine Candrawinata. Nadine mengajak aku jalan-jalan tidak di Singaraja melainkan jalan-jalan keliling dunia. Ga percaya?? Memang kalimat ini sulit dipercaya, tetapi ini benar adanya. Nadine mengajakku jalan-jalan melalui rangkaian kata-katanya dalam buku NADRENALINE. Buku yang berisi catatan petualangan traveling Nadine yang ditulis sendiri oleh Nadine. Dengan kata, frase dan kalimat yang sangat menarik membuatku seperti benar-benar jalan-jalan bareng Nadine. Jalan-jalan keliling dunia melalui lembaran kertas itu aku selesaikan hanya dalam waktu sehari semalam. Around the world with Miss Indonesia in one day. Kereeen😀

NadrenalineNadrenaline

Punya teman di mana-mana itu memang sangat-sangat membantu mengatasi masalah bagi anak hilang seperti aku, bahkan bisa jalan-jalan yang not on scheduledLost in Bali ini menjadikan aku nomaden, berpindah-pindah tempat ke tempat baru di lingkungan yang baik dan nyaman.

So, bertemanlah dengan semua orang tanpa pilih-pilih sebanyak-banyaknya dan berbuatlah baik tanpa pikir-pikir. Karena jika mau berbuat baik tetapi berpikir dahulu, itu berarti memberi kesempatan setan untuk memasuki pikiran kita. Just do it!!🙂

Special thanks for:

–          Buleknya Randy Cungkring, di perumahan Dulang Permai No. 80

–          Keluarganya Susan Coco, di Binaputra, Baktiseraga, Singaraja

4 pemikiran pada “Lost in Bali

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s