Lucky Month

lucky-month-Seandainya bulan Februari ini ada lomba keberuntungan mungkin aku bisa masuk dalam ‘On the Spot’, dalam kategori Tujuh Orang Terberuntung dalam Bulan Februari. Setuju??Tidaak… *okesip makasih

Aku bikin kalimat itu bukan tanpa alasan lho. Selama sebulan itu, aku berkesempatan untuk bertemu dan belajar dengan orang-orang baru, melihat hal-hal baru, merasakan suasana aura baru, mendapatkan memori-memori baru, mendapatkan sahabat baru, mendapatkan semangat baru, belajar berkomunikasi dengan orang baru, mendapat wawasan dan pengetahuan baru, dan segala yang baru lainnya, yang pasti bisa bersyukur lebih. Ditambah lagi pakai tas baru…*ehem

Bagaimana tidak beruntung, aku bisa tinggal dan jalan-jalan hampir tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Mulai dari melek sampai merem, dari mulai transportasi, makan, minum, sampai nyuci baju, bahkan internet. Semua sudah siap tanpa diminta (emang harusnya ga minta sih). Bahkan lokasi wisata yang kemungkinan sangat kecil untuk aku kunjungi seumur hidup bisa aku kunjungi hanya dengan duduk manis di barisan mobil paling belakang.

Kalau mungkin temen-temen yang mau berangkat KKL baru update status atau ngetwit “Bismillah, berangkat, Semoga lancar”, aku udah sampai duluan di tempat tujuan. Bukan bermaksud sombong hanya saja aku lebih beruntung daripada kalian. hehe.

Tenang bukan berarti aku saja yang beruntung, kalian juga beruntung kok. Tergantung kalian menilai seberuntung apa yang kalaian dapatkan. Kalau masih merasa kalian belum beruntung, coba deh kalian inget-inget udah dibuat tersenyum dan ketawa oleh apa. Itu keberuntungan. Masih merasa belum beruntung juga?? Berarti ada kekurangan dalam diri kalian. Bukan kekurangan materi, tetapi kalian kurang bersyukur atas nikmat Allah. #alhamdulillah🙂

Nah githu dong, senyum. Kan jadi tambah cakep. :p

Keluarga

Selain beruntung dalam urusan di atas, aku juga sangat beruntung bisa mendapatkan banyak ilmu baik secara langsung maupun tidak langsung dari orang-orang yang sudah berpengalaman dan sangat patut untuk diteladani. Seperti, seorang ayah yang pandai memuji anaknya yang berhasil menggambar rumah dengan pujian, “Bagus banget gambar anak ayah, bakat jadi seorang arsitektur kamu ya”. Bagaimana tidak mengembang senyum seorang anak yang dipuji dengan begitu baiknya dengan tutur kata lembut yang keluar dari mulut sang ayah.

Lain lagi, seorang ibu yang tetap disiplin membangunkan anaknya tiap pagi saat adzan subuh berkumandang dengan lembut namun tegas. Dengan kalimat yang terasa sangat menyentuh penuh kasih sayang dan gaul, “Ayo nak bangun. Subuhan dulu say.” Keren bukan. *patut ditiru

Don’t try!!

Namun ada juga pengalaman yang tidak patut ditiru. Keberuntunganku di sisi yang lain, aku tidur berempat sekamar dengan orang pemalas (*ups). Malas bangun dan malas mandi. Hampir sebulan tiap sehabis sholat subuh aku termasuk dalam jamaah tidur pagi. Selain malas bangun, ada aja alasan untuk mandi sekali sehari, alasan menyukseskan program ‘save the water‘ lah, ga keringetan lah. Untung aku ga keterusan tiap hari mandi cuma sekali. Yang demen mandi sekali sehari itu si R*ndy, si A*ib juga sih tapi ga parah. Pokonya kalau di rangking aku yang paling rajin mandi deh😀. Ga mandi ga apa-apa sih kalau memang situasi dan kondisi benar-benar tidak memungkinkan, tapi juga harus ingat. Ga boleh mencemari lingkungan udara sekitar ya!!

Tawar-menawar

Lain lagi soal belanja. Kan ga afdol, kalau jalan-jalan tapi ga bawa buah tangan sebagai kenang-kenangan. Yang dulu kalau piknik cuma jadi follower ibu, ga pernah paham ilmu tawar-menawar. Mau ga mau sekarang aku harus belajar menawar supaya dengan uang yang sedikit bisa mendapatkan barang yang banyak. Teori yang sebenarnya semua orang juga tahu…hehe. Dengan bangganya aku yang telah berhasil menawar kaos yang harga awalnya Rp 40.000 bisa saya tawar dengan susah payah sampai keluar busa di mulut menjadi Rp 25.000. Tetapi kebanggan dan senyum kemenangan itu seakan sirna bagai tulisan di atas pasir yang tersapu ombak setelah mendengar seorang pedagang kaos yang aku temui di dalam kapal yang menjual kaos yang tidak jauh berbeda hanya dengan harga Rp 20.000 ajaaaah. Itu aja belum ditawar. -___-

Itu baru sedikit pengalaman yang aku dapatkan, sebenarnya masih banyak lagi tapi aku takut kalian bosen dengan tulisanku…hehe

So, Apa keberuntunganmu sekarang?? Ga ada?? Ga mungkin…🙂

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s