Antara Kereta Ekonomi AC dan Eksekutif

LOGO PT KAIApasih bedanya ekonomi dan eksekutif??Harganya. Bener banget, orang awam-pun pasti juga bisa menjawab seperti itu. Karena aku bukan orang awam dan sudah sangat berpengalaman dalam jalan-jalan menggunakan kereta api. (*padahal)
Setelah terakhir aku naik kereta api ke Jakarta beberapa minggu yang lalu, maka sekarang secara resmi aku telah naik kereta api sebanyaaaak EMPAT kali.Walaupun cuma empat kali tapi aku sudah merasakan 3 macam kelas berbeda yang PT.KAI suguhkan, yaitu: kelas ekonomi, ekonomi AC dan eksekutif. Karena aku sudah nyobain berbagai kelas (*cuma tiga kelas), maka aku akan ceritain sedikit perbedaan antara kelas Ekonomi AC dan kelas Eksekutif spesial buat kalian yang belum sempat nyobain kelas ekonomi AC apalagi kelas eksekutif. Hehehe (*just kidding bro and sist ^^)

1. Teman tidur
Enggak nyaman rasanya tidur tanpa teman itu. Sepi. Ga nyenyak. Seperti ada yang kurang. Kalau di kelas eksekutif teman tidur kita akan diantar oleh petugas beberapa menit setelah kereta api berjalan, kita tinggal nunggu aja. Sedangkan di ekonomi AC kita harus ngeluarin duit buat nyewa teman tidur, itupun harus nunggu petugas nawarin ke kita dengan teriak-teriak, ga beda jauh sama penjual minuman di stasiun. Kalaupun saat penawaran pertama kita belum berminat, lalu tiba-tiba setelah petugas bergerak menjauh kita mulai berminat. Tenang, mas-mbaknya akan balik nawarin lagi dengan kualitas suara yang berbeda kok. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan kedua kalau emang kita membutuhkan teman tidur. FYI: Teman tidur (baca: bantal dan selimut).

2. Teman Baru
Kalau kamu tipe orang yang suka bersosialisasi, aku saranin pilih kelas ekonomi aja. Kenapa?? Karena di kelas eksekutif itu kursinya menghadap ke arah yang sama semua, teman ngobrol kita cuma teman sebelah. Krik krik banget. Bedakan dengan kelas ekonomi yang ‘shaf’nya saling berhadapan dua-dua. Nah, dari posisi duduk tersebut. Memungkinkan kita untuk bersosialisasi dengan orang lain walaupun hanya sekedar tanya, “Lagi naik kereta mbak/mas??”(*hahaha). Ga ada salahnya kan bersosialisasi dengan orang asing.

3. Sandaran Badan
Ga kebayang betapa capeknya duduk di kereta berjam-jam tanpa sandaran badan. Sandaran badan di kereta perannya sangat penting sekali untuk menopang punggung yang lemah tak berdaya ketika kita tertidur. Sandaran badan di kelas eksekutif itu bentuknya body fit. Sangat pas dibadan, cocok banget buat tidur pulas sampai lupa kalau lagi tidur di kereta. Sedangkan di ekonomi, sandarannya luas tanpa ada batasnya antara sandaran sendiri dengan sandaran sebelah. Saat tertidur, badan kita bisa saja menyerang atau diserang daerah kekuasaan teman sebelah kita.

4. Ruang Gerak
Masih berhubungan dengan poin ketiga, jarak antar kursi penumpang untuk kelas eksekutif sangat dekat sekali hanya cukup untuk membentuk sudut 90 derajat sampai 120 derajat antara betis dan paha. Berbeda dengan kelas ekonomi yang bisa bisa membentuk sudut sampai 180 derajat alias meluruskan kaki. Selain itu, kita juga bisa tidur dengan posisi sempurna (tidur telentang) kalau tempat duduk di depan klita ga ada yang nongkrongin.

5. Kecepatan Kereta
Berbanding lurus dengan harga tiket, semakin mahal harga tiket kereta kecepatan laju kereta pun juga semakin cepat sampai tujuan. Walaupun sebenarnya ga berbeda jauh-jauh banget sih. Kemarin perjalanan Semarang-Jakarta dengan ekonomi AC menghabiskan waktu 9 jam. Sedangkan pas balik, Jakarta-Semarang dengan eksekutif cuma 7 jam. Dua jam lumayan kan, bisa buat nge-PES.

6. Fasilitas Lainnya
Fasilitas pendukung di kelas eksekutif tentunya lebih banyak. EKSEKUTIF githu. Fasilitas yang membedakan antara lain, TV dan full music yang hampir ga dimatiin selama perjalanan. Entah TV di-play film ataupun video klip. Dalam sekali perjalanan bisa ngabisin 3 sampai 5 film. Berbeda dengan eksekutif, di kelas ekonomi kita nge-play musik sesuai dengan playlist lagu yang kita inginkan melalui handphone masing-masing. Fasilitas lainnya, bagi handphone yang gampang lowbat, di kelas eksekutif sudah disediain stop kontak di setiap pinggir kursi untuk memenuhi kebutuhan akan daya listrik. Di kelas ekonomi harus sedia powerbank sendiri.

7. Gengsi
Jelas. Gengsi sangat mempengaruhi tingkat kasta dalam dunia perjalanan. Bagi kasta sudra duduknya di kursi tunggu dengan angka gerbong terkecil, sedangkan kasta tertinggi duduk di angka gerbong yang besar pula. Walupun belum tentu juga mereka yang duduk di gerbong eksekutif benar-benar niat ingin duduk di situ. Bisa jadi mereka di situ karena kehabisan tiket di kelas ekonomi. Yang pasti kalian yang memegang tiket eksekutif akan kelihatan lebih tajir.

Begitulah sedikit perbedaan antara kelas Ekonomi AC dan Eksekutif yang bisa aku tulis. Mungkin ada yang lainnya silahkan ditambahkan di kolom komentar atau hubungi PT. KAI biar perbedaan antar keduanya semakin berbeda. Silakan pilih sendiri kursi kereta mana yang akan diduduki sesuai dengan hati nurani dan yang pasti pas di kantong.🙂

DSC03602
Sebuah perbedaan itu bukanlah sesuatu yang harus dihindari tetapi perbedaan itu malah akan menjadi sesuatu yang unik dan menarik dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh masing-masing. Pelangi tidak akan indah kalau hanya satu warna saja.  (#ga nyambung)😀

6 pemikiran pada “Antara Kereta Ekonomi AC dan Eksekutif

  1. baru empat kali ya… kemana aja selama ini? tapi g masalah sih…. yang pasti naik kereta api lebih baik, lebih baik naik kereta api. saya aja dah berulang kali nggak kehitung naik kereta api. seringnya jakarta – jogja pp. berbagai kelas kereta api dah aku rasakan. dari yang kelas ekonomi biasa, macam ka progo, ka bengawan, ka gayabaru malam selatan, ka eko ac; ka bogowonto, ka gajahwong, ka kelas bisnis ac ; senjut solo, senjut jogja, fajut yk, dan ka eksekutif taksaka serta ka eksekutif argo; argolawu dan argodwipangga.

  2. 3 minggu yg lalu aq dr ygy ke sby naik ekonomi pasundan, waktu itu msh 55rb. full music (tapi melalui speaker bukan video klip), 2 colokan di setiap blok kursi, ac split 6 unit, toilet udah go green, jadi pisang gorengnya ga langsung jatuh ke rel, toilet juga ada pewangi spray otomatis (kebetulan waktu aq masuk nyemprot). wuenak pokoknya. pedagang asongan pun 1 org aja ga ada yg naik. bagus sekali sekarang. yg cuma menjadi keluhan, penumpangnya masih suka buang sampah sembarangan. kereta penuh dengan sampah. tapi overall bagus

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s