FINAL FUTSAL #olimpiadeUNDIP2013 (part 1)

Final, hampir semua orang menginginkan dan memimpikan bisa mencapai partai puncak perjuangan ini.Hanya orang yang tidak percaya diri dan pesimis aja yang tidak menginginkannya.Pertandingan yang menentukan antara juara 1 dan juara 2.Partai dengan aura pertandingan yang sungguh sangat berbeda dengan pertandingan yang sebelum-sebelumnya.Mulai dari gemuruhnya pendukung sampai gemuruhnya jantung yang berdetak lebih sering dari detakan normal.Final itu membuat segala sesuatu menjadi berkali lipat dari standarnya.

Yap, sesuai janji saya pada postingan EFC in #OlimpiadeUNDIP2013. Di postingan kali ini, sayaakan bercerita bagaimana jalannya pertandingan final tersebut dan apa aja yang terjadi di sana. Final yang benar-benar berkesan dan sangat menegangkan untuk diri saya sendiri, untuk pemain lain, untuk pelatih dan untuk pendukung tim Teknik. Ada kejadian yang spesial dan bersejarah dalam partai puncak ini.

Senin (10/6/2013). Siang itu pukul dua siang, lapangan futsal masih terlihat sepi untuk sebuah partai final.Hanya terlihat beberapa panitia yang memakai cocard yang digantung di leher dan beberapa orang berseragam futsal yang telah bersiap untuk bermain dalam perebutan juara 3 futsal #olimpiadeUNDIP2013. Belum terlihat satupun ada pemain yang akan bermain untuk partai final.Nomor 19 adalah pemain final pertama yang datang di siang yang mendung itu.Bukan karena terlalu gugup untuk partai puncak, tetapi lebih karena dia berusaha untuk datang ontime sesuai sms jarkom yang diterima.Tidak bisa dipungkiri, final ini adalah final pertama baginya dalam kompetisi apapun dalam lingkup olahraga selama berstatus sebagai mahasiswa.Keberangkatannya pukul dua ontime ini-pun sudah dijadwalkan sejak bagun tidur. Mulai dari makan jam 10.00, lalu tidur siang jam 11.30, membeli pisang sebagai tenaga tambahan, serta menyempatkan menonton video futsal 15 menit sebelum berangkat.

Walaupun nomor 19 hanyalah pemain lapis ketiga yang diragukan keberadaannya untuk bermain di lapangan apalagi untuk partai krusial seperti ini, penentuan juara. Namun 19 harus tetap siap untuk bermain dan siap memberikan yang terbaik untuk tim dan fakultas Teknik. Makan pisang bukanlah kebiasaannya sebelum bertanding, tetapi untuk masalah menonton video hampir menjadi suatu yang wajib dilakukan untuk memberi inspirasi di lapangan nanti. Selain itu, ada hal absurd yang 19 lakukan sebelum tidur siang.Entah dari mana datangnya ide aneh ini, sebelum memejamkan mata 19 membuka browser di handphone.Nomor 19mengetik di kotak panjang di bawah logo Google, “Juventus juara”. Muncul beberapa link, dikliknya ‘Gambar’ dan mendownload salah satu  gambar dan menjadinkannya wallpaper.

updscreenshotapp23

Kembali ke lapangan. Setengah jam telah berlalu, pemain teknik belum juga berjumlah lengkap. Pertandingan babak kedua perebutan juara 3 sudah dimulai, terlihat pelatih datang berbaju rapi dari pintu masuk.Pemain mulai tenang, setelah beberapa menit kemudian satu per satu pemain teknik mulai muncul.Dalam partai yang krusial seperti ini, ada 3 pemain yang harus absen tidak bisa bermain dikarenakan cedera. Hal ini tidaklah begitu bikin was-was, karena dengan materi pemain yang tersisapunmasih mampu untuk mengimbangi bahkan mengalahkan tim FPIK (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan).

15.00 WIB. Di lapangan 1 Radja futsal telah dikosongkan, pertanda final siap untuk dimulai. Kedua tim berbaris rapi kebelakang menghadap ke celah jalan masuk lapangan, dipimpin satu orang wasit di depan masing-masing tim. Jantung mulai berdetak tidak biasa tetapi masih normal.Wasit mulai melangkahkan kaki menuju lapangan diikuti seluruh pemain dengan diiringi musik yang terdengar sangat bersemangat namun menegangkan.Pemain dan wasit berbaris ke samping dengan rapi.Semua pemain telah berada di tengah lapangan, baik pemain inti maupun pemain cadangan.Setelah semuanya dalam posisi siap dan seluruh orang yang berada di sekitar lapangan dipersilakan berdiri, lagu kebangsaan Indonesia Raya mulai diputar.Aura final mulai tercium semakin jelas. Imajinasi membayangkan para pemain nasional yang siap membela tim garuda. Dengan khidmat dan suara lantang lirik Indonesia Raya terdengar merdu sekali. Selesai menyanyikan lagu nasional yang membakar semangat nasionalisme tersebut, dilanjutkan dengan salaman kedua tim untuk menjaga sportifitas.

Sekarang, telah bersiap 12 orang berseragam, 5 pemain FT, 5 pemain FPIK dan 2 orang wasit di dalam lapangan yang dibungkus jaring berwarna kuning. Tim FT bermain dengan starting line-up andalan seperti biasa.Nomor punggung 48, 5, 12, 17 dan 15.FT mengenakan kostum biru-putih mirip seragam Argentina celana putih dan kaos kaki putih, sedangkan FPIK dengan kostum full biru laut celana hitam dan kaos kaki hitam.

Pertandingan final futsal #olimpiadeUNDIP2013 dimulai.Pertandingan berlangsung sangat ketat sejak awal, kedua tim silih berganti menembak ke arah gawang dengan power diatas rata-rata pemain abal-abal. Berulang kali gawang kedua tim hampir kebobolan yang bikin jantung beberapa detik tidak berdetak. Tidak jarang skill permainan individu maupun tim terlihat menarik dan membuat decak kagum penonton yang ramai mengelilingi tepi lapangan. Benar-benar partai final yang sesungguhnya.

Dua puluh menit babak pertama berlangsung sangat cepat, kedua tim belum mampu menciptakan skor. 0-0. Permainan yang tidak jauh berbeda dengan babak pertama, shooting semakin gencar dilakukan demi memperoleh gol.Blocking dari pemain maupun kiper juga terlihat tidak kenal lelah.Possession ball dari kedua tim juga berimbang, 50:50. Pertandingan yang sangat seru. Bentar deh.

to be continued…

 

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s