FINAL FUTSAL #olimpiadeUNDIP2013 (part 2)

Dua puluh menit babak pertama berlangsung sangat cepat, kedua tim belum mampu menciptakan skor. 0-0. Permainan yang tidak jauh berbeda dengan babak pertama, shooting semakin gencar dilakukan demi memperoleh gol.Blocking dari pemain maupun kiper juga terlihat tidak kenal lelah.Possession ball dari kedua tim juga berimbang, 50:50. Pertandingan yang sangat seru. Bentar deh.

By the way, dimanakah pemain bernomor 19?? Nomor 19 ternyata berposisi tidak kalah penting dengan pemain lain. Posisi yang tidak pernah dibahas di dalam strategi pelatih.Posisi di luar lapangan. Nomor 19 duduk manisdi bench, tepat di antara pelatih dan pemain nomor 14, sebaris dengan pemain cadangan yang cedera.Tiap beberapa menit sekali pemain nomor 19 berdiri untuk pemanasan mengendurkan otot maupun untuk sekedar berteriak menyemangati pemain yang berada di lapangan. Tetapi pemain ini lebih sering berdoa untuk kemenangan tim dan sesekali ngobrol dengan pemain nomor 14. Berikut obrolan mereka:

Nomor 14: “Aku ga main ga apa-apa kok mas, yang penting tim kita juara. hehe”

Nomor 19: “Sama. Aku juga begitu.”

Nomor 14: “Tapi permainan mas, bagus sekali lho. Haha”

Nomor 19: “Iya yog, permainanku paling bagus dan kamu paling bagus kedua. Hahaha.Tugas kita itu, berdoa dan menyemangati yang di lapangan.Ayo berdoa lagi.”

Nomor 19 dan 14 :…….Aamiiin *khidmat berdoa

Timer di meja wasit ke-3 mulai menunjukkan angka 3, yang berarti waktu tinggal 3 menit lagi.Selama pertandingan berlangsung, pelatih hanya merotasi pemain nomor 17 dengan 11, silih berganti.Nomor 19 dan pemain cadangan lain kelihatannya tidak akan dimainkan untuk partai sepenting ini.

Tinggal satu menit lagi. FT mendapatkan free kick dengan jarak satu meter dari garis lingkaran area kiper.Pemain Nomor 15 dan 12 bersiap menendang.Nomor 15 berlari menuju bola.Shooot.Bola ditendang tidak begitu kencang namun akurat menuju ke pojok atas kanan gawang.Bola masuk ke gawang tanpa cacat.Berbagai macam suara teriakan gembira tak bernada terdengar sangat riuh di dalam maupun di luar lapangan.Gooolll, 1-0 untuk FT.

Waktu semakin mendekati akhir, tinggal hitungan detik.Medali emas semakin tercium dengan jelas.Allenatore FT menginstruksikan untuk bermain defence.Pemain dengan wajah keyakian memperoleh kemangan pada pertandingan ini menuruti instruksi pelatih.

Beberapa detik setelah bola dimulai lagi dari titik tengah lapangan, pemain FPIK dilanggar oleh pemain FT di lapangan sebelah kanan area FT. Free kick untuk FPIK. Perasaan was-was akan terjadi gol dengan skenario yang sama dengan FT mulai timbul. Pemain FPIK mengambil ancang-ancang, lalu mengoper dengan kencang ke arah kiri lapangan. Di sana sudah ada pemain FPIK yang bersiap menendang ke arah gawang.Shooot.Bola meluncur deras ke sebelah kiri atas kiper.Kiper sempat mencoba mengeblok bola, tetapi karena kuatnya kekuatan bola, bola tetap masuk ke gawang.Gol.1-1.

Priiiiiit.Full time. FT-FPIK , satu sama.Adu penalti, jadi satu-satunya jalan terakhir untuk menentukan pemenang partai final tingkat Universitas ini. Lima pemain yang akan mengeksekusi penalti telah didaftarkan ke wasit. Semua pemain, inti dan cadangan memasuki lapangan.

Dalam perjalanan menuju tempat eksekusi penalti.Ada obrolan menarik antara pemain nomor 19 dan pemain 14. Kurang lebih seperti ini obrolan kedua pamain yang tidak berkeringat ini:

Nomor 14: “Perasaanku deg-degan. Perasaanmu gimana mas?”

Nomor 19: “Sama yog, aku juga deg-degan. Padahal kita ga ngapa-ngapain lho.”

Nomor 14: “Ntar kalau suruh nendang penalti penentuan, mas aja ya yang nendang. Aku ga berani. Hehe”

Nomor 19: “Oke deh yog. Aku aja yang nendang. Udah ga ada yang lain selain kita.”

Nomor 14 dan 19 bersalaman, aku juga ga paham apa tujuan mereka berdua salaman.

Wasit pertama sudah siap dengan peluit di mulutnya, berdiri di kanan bola yang terletak tepat di atas titik penalti. Wasit kedua juga sudah siap dua meter di kanan gawang, berdiri dengan kuda-kuda agak merunduk di atas garis gawang. FPIK mendapat kesempatan menendang pertama, dilanjutkan FT. Sepuluh tendangan dilakukan secara bergantian.

Berikut hasil eksekusi penalty FT-FPIK:

penalty kick

Lima penendang penalti telah selesai menjalankan tugas.Skor masih juga berimbang.Benar-benar final yang sangat ideal dan berimbang.Lempar koin terpaksa harus digunakan untuk menentukan kemenangan.Kedua kapten dengan takzim berdiri di kanan dan kiri wasit.Koin dilempar ke atas.FT mendapat kesempatan untuk memilih, pilih menjadi penendang atau menjadi kiper.Tentu saja FT memilih untuk menendang.Secara, kesempatan menang untuk penendang lebih besar daripada menjadi kiper.

Pelatih memanggil nomor 14, dia mendapat penawaran untuk menendang bola penentuan kemenangan ini. Seperti yang telah diomongin diawal tadi, nomor 14 akan memberi kesempatan eksekusi juara ini kepada nomor 19.

Pelatih bertanya dengan penekanan dan nada tinggi, “Ali siap?”

“Siaaap.”, nomor 19 menjawab dengan keyakinan yang belipat ganda dibanding saat mendapat pertanyaan yang sama pada pertandingan sebelumnya.

“Pokoknya mantap ya nendangnya. Harus mantap.”,kata pelatih dengan serius sambil mengepalkan tangan kanannya.

“Ini demi TEKNIK li, bukan buat tim kita.”, kata kapten nomor 12.

“Berikan yang terbaik ya. Do the best li.”, kata pemain bertahan nomor 5.

Jantung nomor 19 benar-benar berdegup semakin kencang.Mungkin sekencang saat bermain wahana halilintar di Ancol.Deg-degan yang tidak biasa.Perasaan yang campur aduk.Bagaimana tidak gugup dan grogi. Tendangan ini yang akan menentukan gelar juara, tendangan yang akan membawa medali emas jika gol. Tendangan yang akan menjadi tinta emas sejarah dalam futsal #olimpiadeUNDIP2013. Atau, tendangan yang membawa kekalahan, yang akan menjadi tinta hitam kelam, yang akan menjadi penyesalan seumur hidup selama menjadi pemain futsal.

Untungnya, pikiran-pikiran negatif tersebut tertutup rapat tak bisa muncul ke permukaan otak nomor 19.Hanya pikiran positif dan motivasi yang terlihat dengan jelas di otak pemain ini. Gol dan menang, dua kata yang ingin dia persembahakan untuk tim dan fakultas teknik.

Nomor 19 memegang bola, dan menaruhnya tepat di atas titik putih penalti.Nomor 19 berseragam (mirip) Argentina mulai berjalan mundur mengambil ancang-ancang.Beberapa langkah kebelakang diambil lagi, untuk memantapkan tendangan.Pemain ini tidak melihat ke gawang apalagi melihat ke arah kiper berbadan besar itu, kiper yang kepalanya hampir menyentuh ke mistar ketika berdiri tegak.Sorot matanya tajam ke satu titik di pusat bola berwarna kuning.Seakan di dunia ini hanya ada dia, bola dan gawang.Tidak menghiaraukan teman, pelatih, penonton, dan yang lainnya.

Badan agak dimiringkan, bahu kanan lebih tinggi dari bahu kiri, kaki kanan beberapa centimeter di belakang kaki kiri.Nomor 19 berlari dengan kencang.Shoooot.Bola menuju sebelah kiri.Bola menyentuh jaring dan menggetarkannya.Goooooool.Nomor 19 berhasil menjalankan tugas dengan baik.(*Alhamdulillah).Setelah gol, baru deh di dunia ini muncul kembali ke suasana ramai kemenangan dan teriakan gembira yang luar biasa.Benar-benar puas sekali dengan tendangan yang telah dilakukannya, nomor 19 berlari berhamburan, berpelukan dan tos kemenangan dengan pemain FT lainnya. Terlihat jelas wajah-wajah bahagia di semua pemain teknik dan mahasiswa teknik yang turut hadir di sana.

Alhasil, Teknik resmi menjadi juara 1 dengan kata lain mendapatkan medali emas untuk cabang futsal di #olimpiadeUNDIP2013. Selamat tim futsal Fakultas Teknik. TEKNIK JAYA!!

Pesismis itu sebenarnya berasal dari diri kita sendiri, maka dari itu yang bisa mengalahkannya adalah diri kita sendiri. Dengan berpikiran positif, perasaan pesimis akan bertransformasi menjadi kepercayaan diri yang luar biasa.Hilangkanlah pemikiran negatif yang menggangu.Yakinlah bahwa diri kita itu mampu untuk melakukan itu, maka lakukanlah. Be your self and be confident!!🙂

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s