Hari Ini Aku Gagal

Puasa syawal adalah puasa sunnah berjumlah enam hari yang dilaksanakan pada bulan syawal. Menurut beberapa hadits, puasa sunnah syawal jika dilaksanakan setelah menunaikan puasa Ramadhan itu seperti puasa sepanjang tahun. Hadits lain menyebutkan, kalau puasa ramadhan itu pahalanya sama dengan puasa selama sepuluh bulan dan puasa enam hari di bulan syawal itu pahalanya sama dengan puasa dua bulan. Jika ditotal maka menjadi satu tahun.

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan kemudian disusul dengan puasa enam hari di bulan syawal maka puasanya bagaikan puasa sepanjang tahun” ~ Imam Muslim

Begitu besarnya pahala puasa sunnah syawal, sehingga sangatlah rugi jika melewatkan kesempatan tersebut hilang begitu saja. Layaknya melihat diskon baju di mall, pahala syawal sangatlah menggiurkan. Kalau di mall ada baju yang di diskon 50%, dengan kata lain seandainya baju tersebut harga aslinya Rp 100.000 maka akan menjadi Rp 50.000. Sedangkan puasa syawal, puasa enam hari dihitung dua bulan. Berarti kita mendapatkan diskon sebesar 90%.

Hitungn matematikanya begini:

Harga baju Rp 100.000, mendapat diskon 50%. Besar potongan harga = Rp 100.000 x 50% = Rp 50.000.

Harga baju setelah didiskon= Rp 100.000 – Rp 50.000 = Rp 50.000.

Puasa dua bulan atau 60 hari, karena bulan syawal mendapat potongan 90%. Besar potongan hari = 60 x 90% = 54 hari.

Total hari setelah didiskon= 60 – 54 = 6 hari di bulan syawal.

Bener kan diskonnya 90%??hehe

Lihat baju di mall yang digantungin atau ditempelin diskon 50% aja sudah hebohnya luar biasa dan ga nahan untuk segera membeli. Kenapa puasa syawal yang diskonnya 90% tidak semangat untuk mengerjakan dan berlomba-lomba untuk segera menyelesaikannya. Mumpung syawalnya belum berakhir, mari kita manfaatkan waktu yang tersisa untuk menghasilkan pahala yang cetar membelah angkasa ini.

* * *

Tidak ingin melewatkan bulan syawal begitu saja, tanpa amalan puasa sunnah. Saya sudah niatkan untuk puasa syawal dari beberapa hari kemarin. Dan alhamdulillah setelah berakhirnya hari senin kemarin, total puasa syawal saya berjumlah satu hari. Rencana saya, puasa yang kurang 5 hari itu akan saya selesaikan pada hari rabu-kamis dan senin-rabu-kamis.

Hari rabu telah datang dengan tenang tanpa suara, tidak seperti alarm saya yang berisik ketika waktu menunjukkan pukul 3 dini hari. Setelah mencoba membuka mata pelan-pelan dan gagal bangun. Alarm saya tidak menyerah untuk membangukan lagi pukul 3.30, kali ini dia sukses membangunkan saya. Roti tawar dan sekotak susu menjadi santap sahur yang sangat mengenyangkan untuk mahasiswa perantaun di tanah Jakarta. Saya bangun dan saya sahur, berarti saya benar-benar niat puasa sunah syawal hari ini.

Singkat cerita, di kantor berjalan seperti biasa. Saya menghadapi dua monitor untuk mulai belajar (bekerja). Sampai pukul 11 siang, perut saya juga dalam keadaan baik-baik saja, lapar normal. Sampai akhirnya mentor saya mendekat dan menawarkan ajakan makan siang GRATIS karena bos kantor sedang ulang tahun. Sempat berpikir tanpa langsung menjawab, karena memang mentor saya sebenarnya juga tidak menunggu jawaban. Saya hanya bisa diam melanjutkan berpikir. Di dalam kegalauan antara melanjutkan berpuasa atau menerima tawaran yang mungkin hanya terjadi sekali selama setahun, saya sebagai makhluk sosial memilih untuk sharing dengan teman-teman di media sosial saya (facebook dan twitter).

Status saya, “Ketika kamu sedang puasa sunnah, terus siangnya diajakin si bos untuk makan siang. Apa yang akan kamu lakukan? Tetep puasa atau milih makan gratis?”. Pertanyaan yang ga beda jauh dengan pertanyaan ujian. Ujian kenaikan iman.

Status saya tersebut ternyata menuai berbagai komentar yang tidak seirama dari teman-teman. Berikut sebagian screenshotnya.😀

 Komentar twitter+fb

Makasih ya teman-teman untuk sarannya🙂

Belum sempat membaca semua komentar, waktu berpikir telah habis. Dan ternyata naluri makhluk hidup saya telah mencuat ke otak, lalu memerintahkan kaki menuju restoran tempat makan gratis. Karena saya berpikir kalau puasa sunnah ga apa-apa kali ya dibatalin, tanpa dasar agama sama sekali. Hanya pertimbangan hukum puasanya saja.

Nyaaaam…nyaaammm…nyaaam…

Terlihat makanan dengan berbagai menu telah tersaji dengan rapai di atas meja panjang, penuh tanpa celah. Ikan besar, udang, ayam goreng, ayam bakar, pepes ikan, otak-otak, tempe, tahu, dan sebangsanya. Seperti halnya dengan pegawai kantor saya terlarut dalam euforia makan-makan gratis peringatan HUT bos kantor. Dengan sedikit malu-malu, hidangan dalam radius setengah meter dari tempat duduk satu per satu sudah mendarat dengan selamat di dalam mulut. Nyaaaam. Nikmat.

Hari ini saya GAGAL mempertahankan puasa sampai adzan maghrib, saya hanya mampu menahannya sampai adzan Duhur.

Dalam keadaan kenyang, saya berjalan menuju ke kantor sambil berpikir tentang keputusan saya membatalkan puasa sunnah. Kira-kira keputusan saya memilih membatalkan puasa sunnah ketimbang mempertahankannya sampai adzan maghrib dosa enggak ya. Saya sedikit menyesal, dan masih berpikir sampai pulang kantor.

Karena masih penasaran dengan hukumnya membatalkan puasa sunnah, saya surfing di internet. Dan berikut salah satu haditsnya:

“Pada suatu hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam menemuiku dan bertanya, “Apakah kamu mempunyai makanan?” Kami menjawab, “Tidak ada.” Beliau berkata, “Kalau begitu, saya akan berpuasa.” Kemudian beliau datang lagi pada hari yang lain dan kami berkata, “Wahai Rasulullah, kita telah diberi hadiah berupa Hais (makanan yang terbuat dari kura, samin dan keju).” Maka beliaupun berkata, “Bawalah kemari, sesungguhnya dari tadi pagi tadi aku berpuasa.” ~ HR. Muslim No. 1154.

Lalu bagaimana? Menurut kalian berdosakah orang yang membatalkan puasa sunnah itu?🙂

3 pemikiran pada “Hari Ini Aku Gagal

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s