Selamat Datang di Jakarta

DSC04364Setelah terakhir traveling di Bali-Lombok pada bulan februari kemarin, bulan Agustus-September ini saya berkesempatan untuk melanjutkan hobi jalan-jalan di ibukota Indonesia, Jekardah (baca: Jakarta). Walaupun sebenarnya tujuan utama ke kota ini bukan untuk itu tetapi berhubung lagi di sini, maka sambil nonton tv main PES. Sambil belajar juga mencari petualangan baru. Traveling kali ini saya lakukan tiap weekend selama kurang lebih satu bulan. Karena takut cerita selama di Jakarta ini hanya akan menjadi angin lalu yang hilang tanpa ada kenangan yang membekas. Maka saya akan berusaha mengkonversi kegiatan kerja praktik dan jalan-jalan ke dalam coretan kata-kata.

Berangkat dengan tiket yang sudah dibeli beberapa bulan sebelum hari H. Sore hari (10/8), kereta api Tawang Jaya dari Stasiun Poncol telah siap mengantarkan saya dan partner KP (Kerja Praktik) sekaligus teman traveling saya, Alvian Danu alias Aboy menuju ke pengalaman baru di kota metropolitan. Setelah terombang ambing di dalam kereta selama kurang lebih 8 jam karena duduk di gerbong paling belakang. Untuk perut tidak terpengaruh dengan hal itu.

DSC04357

Backpacker terlantar di Stasiun

Jam tangan menunjukkan pukul 3 pagi, walaupun masih terlalu pagi, aktivitas di Stasiun Jatinegara tidak kalah ramai dengan pasar. Alamat tujuan kami di Tebet, ada beberapa alternatif untuk ke Tebet naik taksi, naik angkot dan naik Commuter Line (KRL). Setelah kita curhat sama teman yang sudah bertahun-tahun di Jakarta serta curhat sama petugas KA, akhirnya kita putuskan untuk naik KRL, walaupun kita harus menunggu sampai jam 5 pagi. Karena tidak mungkin juga kita ke kosan yang di Tebet gelap gulita githu, yang ada kita ntar disangka maling. Kegiatan menunggu berjam-jam itu kita bunuh dengan tidur di pinggiran rel tidak mirip dengan gelandangan.

st jatinegaraPasar Stasiun Jatinegara

e-tiket KRL1Tiket KRL Single Trip yang sekarang sudah tidak berlaku

By the way, ini pertama kalinya kami naik commuter. Setelah membeli tiket berupa kartu single trip seharga Rp 2.500 kita sudah bisa masuk ke dalam commuter yang bersih dan nyaman kalau tidak terlalu ramai. Dari st. Jatinegara kita menuju ke st. Manggarai untuk transit, pindah ke jalur 6 untuk menuju ke st. Tebet. Bermodalkan denah skets yang dibikin ala kadarnya oleh teman kami (maaf ya wid hehe), kami tahu atas di peta itu arah utara tetapi kami tidak tahu arah utara kenyataannya sebelah mana. Sehingga membuat kami nyasar 90 derajat dari arah seharusnya. Sampai akhirnya kami tahu arah utara setelah matahari bilang kalau dia terbit dari arah timur. Terima kasih ya matahari untuk petunjuk arahnya.

Skets KosanSkets Kos

Berharap kosan yang kita tuju itu sangat dekat, maka kita mengacuhkan tawaran abang-abang tukang ojek yang semangat untuk mencari nafkah. Langkah demi langkah mengikuti petunjuk di denah seperti seorang pramuka yang mencari jejak mirip jaman masih sekolah dulu. Sedikit demi sedikit gambar abstrak di denah mulai jelas terlihat di dunia nyata. Semangat semakin meningkat untuk segera merebahkan badan kami di tempat yang lebih layak daripada lantai stasiun. Berjalan di keramaian selama 30 menit membuahkan hasil juga. Akhirnya match juga foto kos di WhatsApp dengan kos yang ada di depan kami.

Bapak penjaga kos yang sedang bersih-bersih menyapa kami dan melayani kami dengan sopan dan baik. Terlihat tv berukuran 21 inch terpasang di dinding setelah memasuki pintu utama. Bakalan tetap bisa nonton bola nih ntar, batinku bahagia. Kos yang memiliki 3 lantai ini juga terlihat sangat terawat dan bersih sekali. Kamar yang kami tempati ternyata ukurannya hanya setengah ukuran dari kamar kosku yang ada di Semarang. Kamar yang pas sekali untuk 2 kasur dan 2 meja kecil. Ditambah fasilitas AC dan kamar mandi dalam. Namun kamar ini memiliki satu kelemahan yang sangat vital, yaitu sinyal handphone yang sangat lemah banget. Selama saya scouting keliling kamar hanya ada satu spot yang memiliki sinyal di dalam kamar, di atas meja di pojok kamar. Hanya itu, itupun sinyalnya putus-nyambung.

Kalau lagi ingin WhatsApp-an atau browsing, kami harus keluar kamar lebih dulu. Setelah balas WhatsApp atau sms masuk kamar, kalau lagi browsing ngumpulin beberapa tab lalu balik lagi ke kamar. Oleh sebab itu, aku lebih memilih untuk nongkrong dulu di Indomaret setelah sholat di masjid untuk browsing-browsing sebelum balik ke dalam kotak ruangan miskin sinyal ini.

Sudah terlalu banyak ya, coretan untuk mengawali intro di Jakarta ini. Untuk coretan ngapain aja selama kerja praktik dan ke mana aja jalan-jalan kami, akan saya posting di coretan selanjutnya. Selamat ya buat kalian yang sudah bertahan membaca cerita ga begitu penting sampai paragraf terakhir ini. hehe

Welcome to JAKARTA…!!!

Special thanks for :

@wiwide yang udah bantu nyariin kosan dan bikin skets kos hehe🙂

@panji_abdul yang udah ngasih petunjuk arah biar ga nyasar dan ngajak jalan-jalan🙂

Coretan cerita dari Jakarta tiap minggunya :

1st week     2nd week     3rd week     4th week

3 pemikiran pada “Selamat Datang di Jakarta

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s