Cerita Kerja Praktik

BTxUG_nCYAApJlyBulan Agustus-September tahun 2013 ini, saya dan teman saya berkesempatan untuk menimba ilmu dan pengalaman baru di PT. Mahakarya GeoSeurvey (MGS). Berangkat dengan modal, “Survey hidrografi adalah” dan “Multibeam adalah”. Benar-benar modal awal yang memprihatinkan untuk belajar di bidang survey hidrografi. Beruntungnya, di sana karyawannya sangat terbuka dan ramah menerima kami, menjawab dengan jelas setiap pertanyaan kami.

Sebulan berada di dalam gedung baru tiga lantai yang bersih dan rapi, memberikan kami pengalaman merasakan suasana dan aura dunia kerja orang kantoran. Duduk manis di atas kursi putar yang empuk, menghadapi dua layar monitor berukuran lebih besar dari inchi tv kos 28, berada di bawah hempusan udara dingin AC yang nyala mulai dari jam 8 pagi. Berinteraksi dengan orang-orang baru yang lebih tua dengan pengalaman kerja mereka yang sudah ber-level medium maupun pro.

Perkenalan dengan PT. MGS, membuat kosakata dan istilah survey hidrografi kami bertambah. Mulai dari istilah bow, stern, port, starboard, vessel, MRU, spike, dll. Sebagian tujuan kami kerja praktik, untuk belajar ilmu baru, telah kami temukan. Istilah-istilah yang belum pernah kami dengar di bangku kuliah.

Bekerja di offshore yang memberikan pelayanan minyak dan gas memang sangat menggiurkan. Mulai dari segi ekonomi dan kesejahteraan. Namun, dari segi risiko memang tidak diragukan lagi bahayanya, bayangkan saja kerja di laut lepas, terombang-ambing di kapal menghadapi badai, gelombang besar, arus yang kencang, yang bisa saja membuat kapal berotasi 180 derajat lalu karam di laut dengan kedalaman ratusan meter. Bekerja di laut selama berbulan-bulan tanpa melihat daratan, hanya air laut di semua sisi sejauh mata memandang. Terisolasi dari dunia sosial untuk beberapa waktu tanpa koneksi internet ataupun signal handphone, hanya hiburan buku dan film yang menjadi pilihan. (menurut beberapa sumber)

Kalau mendengar cerita mas Den (Deni Pascasakti) melalui blognya. Jadi surveyor di offshore itu sangat menyenangkan, beliau bisa jalan-jalan keliling dunia secara gratis walaupun tujuan utamanya bukan untuk jalan-jalan. Bisa menginjakkan kaki di daratan negara-negara dari berbagai benua, bakal menjadi pengalaman yang sangat mengesankan. Mengikuti training di berbagai negara, terus belajar dalam bidangnya, menjadi expert.

Menjadi surveyor offshore, memiliki peran yang sangat penting untuk mendapatkan data permukaan laut yang seusai dengan sebenarnya. Surveyorlah yang bertanggungjawab atas data yang diperoleh. Surveyor juga yang menentukan ke arah line mana kapal harus running. Di dalam survey, selain surveyor ada Engineer, MBES processing, CAD dan Geo.

Peralatan yang digunakan dalam survey antara lain:

1. Vessel (kapal survey)

2. Gyro compass, untuk mengetahui dan memandu arah kapal terhadap arah utara sebenarnya.

3. DGPS, untuk mengetahui posisi secara real time.

4. MRU (Motion Reference Unit), untuk mengembalikan posisi bidang referensi kapal seperti semula karena gerakan kapal.

5. Singelbeam (SBES) dan Multibeam (MBES) echosounder, untuk memperoleh data kedalaman seabed guna mendapatkan profil dasar laut.

6. Tide gauge, untuk mengetahui nilai pasang surut.

7. SVP (Sound Velocity Profile), untuk mengetahui profil kecepatan gelombang suara pada setiap kedalaman tertentu yang berubah-ubah karena faktor temperature, densitas, salinitas, dan tekanan udara.

8. SSS (Side Scan Sonar), untuk mendapatkan image dasar laut (2D).

9. USBL, untuk mengetahui posisi alat selama di dalam air, dipasang pada SSS atau alat lain yang ditarik.

2013-07-24 Geomariner draft

Draft Vessel MGS

Tugas dasar surveyor offshore ada 2:

a. Calibration and navigation,

b. Set up navigation

Kalibrasi alat dilakukan setiap akan memulai project survey. Hal ini sangat penting, karena nilai kalibrasi inilah yang akan menentukan kebenaran data survey. Jika nilai kalibrasi salah maka semua data yang digunakan salah semua. Kalibrasi dan verifikasi meliputi: DGPS calibration, Gyro calibration, SBES calibration, USBL calibration, MBES calibration.

MBES calibration

 

Multibeam Calibration

Multibeam calibration meliputi:

Roll: gerakan kapal pada sumbu x. Calibration roll:

– a flat area,

– in opposite directions,

– with same speed.

Pitch: gerakan kapal pada sumbu y. Calibration pitch:

– an area with slopes,

– in opposite directions,

– with same speed.

Heading (Yaw) : gerakan kapal pada sumbu z. Calibration yaw:

– an area with slopes, need overlap,

– in same directions,

– with same speed.

Di dalam vessel, terdapat 2-3 surveyor. Surveyor bekerja selama 12 jam non-stop secara bergantian di depan 5-7 layar monitor yang sedang melakukan recording data. Mengawasi jalur vessel, memonitoring alat, melihat kondisi data.

Kalau di lapangan, tugas surveyor memang sangat banyak dan lama. Tetapi, kalau di kantor (tidak ada project) seorang surveyor hampir seperti tidak ada pekerjaan. Kalaupun ada pekerjaan, mereka hanya menguji alat dan software saja.

Nah itulah sedikit ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan ketika Kerja Praktik. Dalam postingan selanjutnya akan saya posting tutorial penggunaan salah satu software pengolah data multibeam.

Ini cerita KP ku, Apa cerita KP mu??🙂

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s