Around Jakarta: Dufan (Last Weeks)

Travelling kali ini berbeda dengan travelling sebelumnya, kalau sebelumnya travelling saat weekend, sekarang saat weekdays. Bukan karena weekend kami sibuk bikin laporan kerja praktik tetapi karena pertimbangan tujuan puncak traveling selama satu bulan di Jakarta. Dufaaaan men. Iya, kami bertiga (aku, aboy, medis) mau menutup kebahagiaan di Jakarta ini dengan bermain dan bersenang-senang di Dufan.

Rabu pagi pukul 08.00 WIB, Medis udah datang ke kosanku dengan senyum bahagia karena kegiatan kerja praktiknya telah usai. Kamipun juga tidak kalah bahagia karena alasan yang sama ditambah lagi kerja praktik kami selesai lebih awal sehari, harusnya selesai tanggal 12 September ini selesainya tanggal 11 September. Beberapa menit kemudian, kami udah siap berangkat menuju Ancol.

Kami jalan kaki beberapa meter, lalu kami mulai lapar. Warteg kanan jalan sebelah indomaret gang pertama setelah flyover Kampung Melayu Kecil menjadi pilihan. Berbekal 2 botol air mineral, imajinasi Ancol udah berputar-putar tepat 5 sm di depan kening. Angkot bayar 2rb disambung dengan Busway 3,5rb menuju Ancol, jarak yang tidak dekat, dari Jakarta Selatan menuju ujung utara Jakarta. Tidak perlu khawatir akan nyasar, kita tinggal duduk tenang sambil tidur juga boleh, maka kita kan sampai dengan selamat di halte terakhir di shelter ini.

Setelah turun dari halte Ancol, kita tinggal jalan kaki mengikuti arah keluar halte, maka akan menemukan loket masuk Ancol. Tiket masuk Ancol Rp 17.500. setelah masuk, kita akan berada di halte bus gratis milik Ancol, yang akan membawa kita muter-muter Ancol secara gratis. Kalau mau ke Dufan langsung, tidak perlu naik bus, tinggal jalan kaki ke jalan arah kanan dari pertigaan samping halte. Di situ ada penunjuk arahnya kok. Gimana? Mau langsung ke Dufan atau keliling dulu?

Jam menunjukkan pukul 10.00 WIB, menurut website ancol sih Dufan masih tutup. Kami bertiga putuskan mencari ATM dulu, sekalian jalan-jalan. Kita turun di pantai Ancol, menikmati panasnya matahari yang menyengat sambil jalan kaki menuju ke Dufan.

Kebetulan kami ke dufan di saat yang tepat. Tepat saat Ancol lagi ulang tahun. It mean, we get promo ticket. Tiket Rp 150.000 yang biasanya cuma bisa buat masuk Dufan aja. Saat itu dapet gratis ke Ocean Dream Samudra, Atlantis Water Adventures dan Fantastique Multimedia Show. Mantap ga thu??😀

tiketTiket Dufan + Bonus

HYSTERIA

Udah ga sabar pengen segera naik wahana-wahana di Dunia Fantasi. Habis melewati gerbang dufan dengan cap mascot dufan, kita langsung mencari wahana Hysteria. Mengikuti petunjuk arah yang dipasang di berbagai lokasi stategis membuat kami tidak kesulitan menemukkannya. Sampai di Hysteria, antrean sudah mengular lumayan panjang karena kami telat satu jam dari jam buka dufan. Antrean di Hysteria memang panjang banget, tidak sedikit antrean yang mendongakkan kepala ke arah Hysteria untuk sekedar membayangkan sensasi yang akan dirasakannya nanti. Akhirnya, tiba juga giliranku untuk merasakan wahana pertama di Dufan ini.

Pengaman besi di pasang, aku siap-siap untuk berteriak. Tanpa aba-aba, robot yang menjulang tinggi ke atas ini bergerak kencang ke seperempat bagian lalu berhenti. Tiba-tiba bergerak turun melambat. Laluuu ke atas lagi dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dari sebelumnya. Aaaaaa. Sampai di atas, diturunkan lagi ga kalah cepat. Serasa jantungku tertinggal di puncak Hysteria. Teriak lepas orang ‘seperjuangan’ tidak kedengaran, kalah oleh teriakanku sendiri. Nyawaku seperti melayang di udara dan terbang terbawa angina ke pantai Ancol yang kelihatan jelas dari atas Hysteria. Wow. *Tidak disarankan untuk memulai wahana di Dufan. Mending yang ringan-ringan dulu deh buat pemanasan.

hysteriaHysteria (Bukan Menara Pisa)

KORA-KORA

Wahana ini sepi, ga ada antrean. Sepertinya bukan wahana uji adrenalin yang menakutkan, buat cooling down. Letaknya dekat dengan Hysteria. Kami bertiga tanpa berpikir panjang langsung masuk dan duduk di dalam kapal yang bernama Kora-kora. Aku memilih duduk di belakang, biar bisa melihat ekspresi orang-orang. Dengan pidato pengantar operator, Kora-kora siap ‘berlayar’. Kapal mulai berayun ke depan-belakang dengan pelan yang bisa bikin tertidur kalau begini terus sampai 10 menit. Beberapa detik kemudian kapal mulai menengah di samudra kata operator. Kapal menemukan ombak yang besar. Daaaan kapal mengayun cepat dan semakin cepat lagi hingga raut wajah yang tadinya kalem senyum-senyum berubah menjadi tawa ataupun takut. Bahkan sudut rotasi kapal ini lebih dari 90 derajat, orang yang berposisi di depanku berubah menjadi berada di bawahku. Badan ini rasanya ingin jatuh ke depan melewati pengaman pegangan besi panjang ini. Ngeri bener.

Seru banget lihat ekspresi-ekspresi wajah penumpang kapal. Sambil teriak dan ketawa terpingkal-pingkal, aku mulai merasa sudah melewati batas ketahanan dari wahana ini. Aku harus menahan pengen pipis karena ketawa hampir tanpa jeda ditambah rasa takut jatuh, mas operatornya ga segera ‘menepikan’ kapal juga. Sampai akhirnya sekitar 5 menitan berlayar, baru deh kita sampai di tepi dengan ‘selamat’, selamat dari pipis di celana. Gagal cooling down.😐

wahana dufanSilakan dipilih

TORNADO

“Cooling down dulu yuk”, usulku. “Halah, ga usah. Ayo ke Tornado.”, kata Aboy dan Medis. Sebagai kaum minoritas, aku ngikut sajalah.

Jalur antrean di Tornado lebih panjang daripada jalur antrean di Hysteria. Berarti wahana ini peminatnya lebih banyak dong. Tapi hari ini enggak, enggak ada antrean sama sekali. Kami berjalan berbelok-belok melewati jalur ‘tol’ menuju Tornado. Emang sih di iklan Dufan yang sering aku lihat itu gambar Tornado atau Hysteria. Setelah duduk di barisan panjang bernomor kursi ini, aku melihat banyak orang yang menunggu robot Tornado ini bekerja. Ternyata penonton Tornado lebih banyak daripada penggunanya. Aku mulai curiga.

Pengaman dipasangkan oleh petugas dan dipastikan terkunci. Ambil napas dalam-dalam. Robot memanjang dengan 2 lengan tiang di samping kanan dan kirinya yang siap berputar. Awalnya lengan mengangkat kami ke atas bebarengan. Lalu lengan mulai tidak bekerja bareng lagi, lengan kanan berputar ke depan, lengan kiri berputar ke belakang. Kadang dengan kecepatan tinggi, kadang dengan kecepatan lambat. Berhenti sesukanya, berhenti dalam keadaan kepala kami di bawah. Berhentinya bukan hitungan satu-dua detik tapi belasan detik. Lama kan? Bayangin aja, kepala di bawah beberapa detik di ketinggian yang entah berapa tingginya. Lalu berputar lagi ke depan-belakang dengan bersemangat. Lengan berputar selama kurang lebih 10 menit. Pusing. Dunia fantasi ini benar-benar berputar tidak beraturan. Walaupun pusing, teriakan tetap lanjuuut. Puas banget rasanya setelah ‘penyiksaan’ ini berakhir. Yakin deh, wahana ini mesti dicoba. Sensasi dan edrenalinnya WOW bingiit.

tornado

Tornado (Bukan badai)

BIANGLALA

Ini baru wahana yang bener buat cooling down. Udah tau bianglala kan? Ga perlu diceritain deh. Wahana kincir raksasa yang berputar pelan dan konsisten selama beberapa putaran. Kita bisa bernafas bebas. Ga ada ketakutan, teriakan, ketawa ataupun uji adrenalin di sini. Cocok buat transisi dan cooling down sebelum ke wahana yang lain.

bianglalaBianglalalala

Lanjut wahana yang ekstrim lagi….

ALAP-ALAP

Nama yang mirip dengan nama burung, tetapi bukan berarti di wahana ini kita naik burung. Melainkan naik kereta mirip jet coaster yang melaju cepat sekali seperti burung alap-alap. Antrean di sini juga lumayan panjang, untuk kategori antrean masuk kategori middle lah. Duduk berbaris ke belakang dua-dua. Kereta bergerak dengan cepat, melewati jalan naik-turun lalu tiba-tiba berbelok. Seru sih tetapi kalau udah melewati Tornado sama Hysteria, keseruan wahana ini jadi berkurang. Disarankan naik wahanayang berada tepat di depan Tornado ini sebelum ke wahana yang lain sebagai pemanasan. Walaupun demikian wahana ini tetep mantap.

KICIR-KICIR

Lokasi kicir-kicir agak tersembunyi, di samping mushola dekat food court. Di sini, hampir tidak ada antrean, mirip dengan di Tornado, kebanyakan pada menonton orang yang sedang ‘disiksa’ di atas kicir-kicir. Robot kicir-kicir ini berdiri dengan satu kaki, dan mempunyai 6 jari kicir-kicir. Di setiap jari diisi oleh 4 orang, dua orang saling membelakangi. Jari-jari tersebut akan berputar ke kanan-kiri, ke atas-samping-bawah, pokoknya kalian akan diputar-putar terus sampai beberapa menit. Di wahana ini ga kalah seru dengan di Tornado, ga kalah jeritan deh. Habis naik wahana ini, kalian akan melihat dunia sebagai dunia fantasi yang berputar-putar.

kicir2

Kicir-kicir

HAPPY FEET

Kami bertiga ikut barisan panjang di wahana ini, emang orang itu gampang terpengaruh dengan sesuatu yang mayoritas. Antrean di sini sangat panjang. Dengan sabar para pengunjung dufan antre hampir sejam untuk mau masuk. Aku sih berpikirnya kaki kita nanti tidak akan berhenti bergerak mirip peran utama film Happy Feet yang terus bergerak menari.

Yap, seperti namanya, wahana ini kita akan memasuki ruangan bioskop 4D. Kita duduk di kursi yang bawahnya dibungkus kain. Film mulai di putar, tokoh Happy Feet mulai beraksi, dia berjalan-berlari-berenang dan jatuh. Jadi ketika badan si tokoh membentur di es, kita akan merasakan guncangan di kursi tersebut. Kursi tersebut bergetar seirama dengan gerakan dan getaran dari film. Serasa merasakan apa yang dirasakan si Happy Feet.

happy feetKaki Gembira (Happy Feet)

HALILINTAR

Mirip dengan Alap-alap namun, level ketegangan dan keseruanannya jauh berbeda. Halilintar ini sebutan lain dari Roller Coaster, duduk dua-dua ke belakang. Halilintar berjalan cepat melewati track melingkar-berbelok tajam menjulang tinggi dengan panjang lintasan 2-3 kali panjang lintasan Alap-alap. Seru deh, kita bisa teriak lepas sambil ketawa bahagia campur takut. Wahana ini juga menjadi salah satu wahana favorit jika melihat dari antrean panjang pengunjung.

halilintar

Halilintar (Bukan petir)

ARUM JERAM

Tidak perlu harus ke alam bebas, di Dunia Fantasi juga ada arum jeram yang ga kalah seru dengan yang di dunia ‘nyata’. Perahu karet bundar, air mengalir, pengaman seperti bukan pengaman tapi memberi keamanan (nah lho). Enam atau tujuh pengunjung duduk melingkar sepanjang tepi perahu karet. Perahu karet berjalan mengalir dan bergerak berputar melewati lintasan yang berkelok, melewati turunan dan dataran yang menyebabkan perahu bergerak pelan dan cepat.

arum jeramArum Jeram

Jangan merasa aman ketika kamu belum basah sedangkan teman-teman yang lain sudah basah kuyup. Mungkin saat itu kamu bisa menertawakan temanmu, tetapi beberapa menit kemudian bisa saja kamu mendapatkan jackpot siraman air terjun buatan yang jatuh tepat berada di atas kepala kamu. Dan itu yang aku rasakan kemarin. Ketawa-ketawa terlebih dahulu lalu akhirnya menjadi orang terbasah se-perahu karet arum jeram.

icon dufan

Itulah sedikit ulasan cerita yang semoga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk memilih wahana apa yang akan dicoba agar waktu seharian di dufan bisa efektif dan benar-benar merasakan refreshing maksimal. Selamat menikmati Dunia Fantasi. Jangan lupa kembali ke dunia nyata yaaa😀

3 pemikiran pada “Around Jakarta: Dufan (Last Weeks)

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s