Surveyor Itu Jalan-jalan

Pekerjaan yang terjun langsung di lapangan itu mungkin membosankan bagi sebagian orang dan menyenangkan bagi sebagian orang lain. Pekerjaan yang berada di lapangan biasanya membutuhkan tenaga yang lebih banyak. Namun dengan merasakan kerja di lapangan kita akan mendapatkan pengalaman dan cerita yang menarik bahkan tidak disangka-sangka.

Bagi jurusanku, sesuai bidangnya salah satu pekerjaannya adalah menjadi surveyor. Beberapa kali (tiga kali itu bisa disebut dengan beberpa kali kan?) saya mendapat kesempatan untuk belajar ilmu ke-geodesian langsung di lingkungan kerja, mempraktikan dan menerapkan ilmu dari praktikum di kampus.

Di sini saya tidak akan bercerita tentang keilmuan geodesinya tetapi sisi lain dari pekerjaan seorang surveyor. Saat surveyor bekerja itu tidak hanya melulu melakukan pengukuran saja. Seperti sambil menyelam minum air, surveyor itu bisa bekerja sekaligus jalan-jalan meeen. Lihat saja senior-senior ataupun teman-teman yang sudah merasakan bekerja di luar Jawa, pasti mereka juga jalan-jalan. Walaupun saya belum pernah sih dapat proyek/magang di luar Jawa. Tetapi kemarin pas di Cilegon saya berkesempatan jalan-jalan ke pantai Anyer, yang mungkin tidak akan pernah saya kunjungi. Lalu ketika di Lombok, jalan-jalan keliling semua kabupaten di Lombok ditambah Bali. Kemudian pas kerja praktik di Jakarta, jalan-jalan ke beberapa lokasi wisata di Ibukota. Seru engga tu?

Selama masih di sekitar kampuspun, sebenarnya (calon) surveyor juga sudah merasakan jalan-jalan. Lihat saja saat praktikum pengukuran situasi, belum tentu mahasiswa jurusan lain itu bisa keliling dan melihat semua bagian sudut gedung di kampus, melihat lokasi taman yang gelap gulita, bertemu dengan nyamuk yang sudah kangen akut dengan bau darah, bertemu dengan kera padahal tidak sedang di kebun binatang. Kalau tidak sedang praktikum mana mungkin kita akan mengunjungi tempat seperti itu. Banggalah jadi surveyor!!

Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman kerja yang masih hangat sehangat sinar mentari pagi ini (halah). Jadi, kamis (28/12/2013) kemarin saya mendapat kesempatan bekerja dengan orang yang belum pernah saya temui sebelumnya. Pekerjaan kali ini adalah survey GPS, pekerjaan milik Dinas Pekerjaan Umum. Pagi-pagi setengah jam sebelum bel Sekolah Dasar Al-Ahzar berbunyi, saya sudah sampai di Kantor yang beralamat di gang Genade Selatan, gang selatan masjid Al Ahzar Tembalang.

Kebetulan setiap hari kamis, saya tidak mempunyai jadwal kuliah. Setelah berkenalan, saya dipersilakan duduk dan ditawari mau minum apa. Baik banget kan bapaknya? Kesan pertemuan pertama yang baik. Setelah itu kami ngobrol-ngobrol dan briefing sebentar mengenai pekerjaan. Kami berenam -dua orang dari kontraktor, tiga orang sebagi operator GPS dan satu driver, berangkat menuju dua lokasi yang berbeda dengan dua mobil. Dua GPS berada di tol dan satunya sebagai base berada di Tugu Muda. Beruntungnya saya yang kebagian tugas berada di base, jadi tidak perlu harus berpindah-pindah setiap 1 jam. Ditambah lagi berada di lokasi yang ramai dan strategis, jadi tidak membosankan.

IMG_20131128_161752Tugu Muda

GPS telah mulai recording, ternyata bapak pemilik kontraktor ini berasal dari Lombok. Beliau belum pernah masuk ke Lawang Sewu. Lawang Sewu yang berada tepat di sebelah timur GPS berdiri membangkitkan rasa penasaran. Tidak banyak pertimbangan, kami bertigapun langsung menuju ke gedung yang dulunya Kantor Kereta Api ini. Terakhir saya masuk ke sini, saat masih maba (mahasiswa baru) sekitar 3 tahun yang lalu. Surveyor itu jalan-jalan (gratis) meeen.๐Ÿ˜€ IMG_20131128_102302 Ex Kantor Kereta Api

Saya tidak akan menyia-nyiakan jalan-jalan ini hanya untuk jalan-jalan biasa, saya juga sekalian tanya-tanya masalah tiket wisata dan lain-lain. Karena beberapa hari lalu saya mendapat tugas untuk mencari info tentang wisata Semarang. Jadi, survey hari ini adalh survey 2 in 1, survey GPS plus survey lokasi wisata.

IMG_20131204_111858Lawang 1000

Berdasarkan pengalamanku, survey GPS itu pekerjaan yang paling menyenangkan jika dibandingkan dengan pekerjaan-pekerjaan jadi surveyor sebelumnya. Tidak perlu berjalan belasan kilometer sehari menenteng GPS handheld melewati kebun salak dan persawahan, tidak perlu berpanas-panasan membidik prisma di lingkungan pabrik sampai hari gelap. Tetapi setiap pekerjaan itu mempunyai cerita dan hikmah masing-masing, tidak ada pekerjaan surveyor yang biasa-biasa aja. Hanya saja pekerjaan itu akan melewati masa bosan๐Ÿ˜€

Surveyor itu tidak hanya diam saja tanpa bertambah pengalaman dan cerita hidup baru, surveyor itu menyenangkan dan menarik. Surveyor itu bisa jalan-jalan (gratis) ke tempat baru dan bertemu dengan orang baru. Surveyor tidak hanya belajar ilmu geodesi tetapi juga belajar bersosialisasi dan beradaptasi. I’m happy and proud to be surveyor, are you??

3 pemikiran pada “Surveyor Itu Jalan-jalan

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s