Daily KKN Keblukan

Akhirnya terposting juga tulisan yang berisi kenangan-kenangan penuh warna yang akan menjadi cerita menarik buat anak cucu atau mungkin bagi orang lain yang membacanya (semoga). Cerita yang bagi sebagian orang hanya cerita biasa, namun bagiku selama menulis cerita ini seakan aku masuk ke lorong waktu kembali ke beberapa waktu lalu, masuk ke dunia dengan keseharian dan kebersamaan yang menyenangkan, menyedihkan, memalukan dan tak mudah untuk dilupakan dari detail kebersamaan keluarga baru yang Allah temukan di Desa Keblukan ini.

Sebelumnya maaf yah, kalau aku lama ga coret-coret di dinding ini. Dinding yang biasanya aku isi 3 kali selama sebulan. Namun karena kesibukan KKN (padahal) jadi terbengkalai. Maaf yaa. *Ngomong sama blog sendiri

Menginjak semester akhir, menginjak pula kita pada kedewasaan. Harusnya. Namun tidak semua bisa begitu, tergantung orangnya. Mungkin salah satu cara untuk memperoleh kedewasaan itu adalah dengan kita bertemu suatu masalah. Tinggalkan zona nyaman. Kita perlu bertemu dengan lingkungan dan orang-orang baru.

Dengan bertemu dengan orang baru dan tinggal di lingkungan yang belum pernah kita temui dan rasakan tentu akan membuat kita belajar beradaptasi dan belajar bersosialisasi. Kita akan menemukan dunia baru, menemukan tantangan baru, mendapatkan pengalaman baru.

Program KKN (Kuliah Kerja Nyata). Mata kuliah wajib yang diharuskan diambil oleh mahasiswa sebagai salah satu syarat kelulusan untuk mendapatkan gelar sarjana. Saya bercerita di sini tentu KKN yang saya alami sebagai mahasiswa peserta KKN Tim 1 Universitas Diponegoro Tahun 2014.

20131124_142946

Buku Pedoman KKN

KKN Tim 1 Universitas Diponegoro Tahun 2014 ini diikuti oleh 3.960 mahasiswa dari seluruh fakultas. Di mana mahasiswa tersebut disebar di 5 Kabupaten, yaitu: Batang, Kendal, Pekalongan, Magelang dan Temanggung. Masing-masing 5 Kecamatan untuk tiap Kabupaten. Tiap Kecamatan masih dibagi lagi dalam beberapa desa. Kurang lebih 11-14 mahasiswa KKN untuk tiap desanya. KKN ini sendiri dilaksanakan 14 Januari- 16 Februari 2014.

Di UNDIP mewajibkan setiap mahasiswa peserta KKN untuk membuat 4 program keilmuan dan 2 program multidisiplin. Kebayang kan betapa banyakny program yang harus dilaksanakan, anggap saja sekelompok berisi 11 mahasiswa, masing-masing mahasiswa 6 program. Jadi, total programnya adalah 66 program yang dilaksanakan dalam waktu 35 hari. Padat kan jadwalny? Enggak juga kok ahaha

DSC06026

Siap KKN

Oke balik lagi ke judul cerita ini. Daily KKN Desa Keblukan.

Mulai bangun tidur tentunya sholat subuh, kecuali yang dibangunin susah (Jangan sebut namašŸ˜€ ). Namanya juga orang banyak, ada yang habis sholat baca buku di ruang depan. Sesekali aku pernah ikutan baca buku juga. Satunya lagi kegiatan yang sangat penting dan diikuti oleh banyak orang, tidur lagi. Minggu-minggu awal emang kami sudah disambut dengan cuaca hujan hampir tiap pagi. Cuaca yang sangat mendukung untuk melanjutkan mimpi. Hanya hari pertama, kami bangun tidur langsung sholat terus dilanjutkan jalan kaki ke sekitar desa. Merasakan dingin dan sejuknya udara Temanggung. Melewati jalan desa yang dihiasi hamparan hijau padi di dekat jalan, dan pemandangan gunung Sindoro dan Sumbing di sebelah Barat Laut. Sayangnya kegiatan jalan-jalan keliling desa ini hanya berlangsung tidak lebih dari jumlah jari di tangan kanan. Pilihan tidur lagi setelah sholat tetap jadi pilihan pertama walaupun bukan pilihan yang terbaik.

DSC06595

Kegiatan Favorit

Walaupun hampir setengah pagi kami selama KKN diisi tidur lagi, bukan berarti kami lupa kegiatan bersih-bersih posko walau sekedar menyapu. Kegiatan piket terjadwal sesuai dengan nama dan hari yang tertulis di selembar kertas hvs yang ditempel di pintu kamar cewek. Selain menyapu dan mencuci piring setelah selesai makan, petugas piket juga berkewajiban mengambilkan minuman teh hangat yang tiap jam 7 pasti sudah siap di dapur bikinan Bu Ropah, pembantunya Bapak Lurah.

DSC06055

Dua Cowok Paling Rajin Se-Keblukan

Obrolan pagi kami dimulai dengan pertanyaan, “Mau ngapain kita hari ini?”. Obrolan di ruang tengah di depan kamar seperti ini yang aku rindukan. Melihat wajah-wajah asli teman-teman tanpa rekayasa, tanpa bedak, tanpa kamera 360. Wajah yang selalu senyum menyambut pagi hari. Obrolan yang kadang-kadang diiringi dengan playlist musik hape samsung milik Sesa. Tak jarang, obrolan berubah jadi karaokean gara-gara dengerin lagu yang melantun dari speaker Slem.

Jam mulai menunjukkan pukul 9, kami bersepuluh mulai antre untuk mandi dari 2 kamar mandi yang ada di belakang sebelah mushola. Lho kok bersepuluh? Iya, karena yang satu jarang mandi. Ssssttt. Jangan sebut nama. (*piss hehehe). Sambil nungguin mandi, beberapa dari kami mulai sarapan pagi. Bersyukur sekali kami KKN tinggal di rumah Pak Lurah. Makanan yang kami makan selalu bergizi dan enak-enak.

DSC06141

Kantor Desa Keblukan

Setelah mandi dan makan, kami bersiap untuk menjalankan kewajiban sebagai mahasiswa KKN, yaitu menjalankan program kerja. Sasaran program kerja kami masyarakat, perangkat desa dan anak sekolah. Jadi kami sering muter-muter desa, kami ke Kantor desa, SD, MI, MTs, Posyandu, Kelompok Tani, dan Karang Taruna. Selalu ada sesuatu yang menarik di setiap kegiatan kami. Bertemu, bercengkerama dan bercanda dengan warga desa. Setelah selesai program, kami mulai hanyut dengan cuaca yang menghipnotis untuk tidur siang.

Sore mulai menjelang, posko kami mulai bertambah penghuninya. Adik-adik sekolah SD, MI maupun MTs di dekat posko mulai memenuhi ruang tengah yang biasanya kami pakai buat rapat. Adik-adik baru kami ini berkumpul berdasarkan kelas mereka. Ruangan yang cukup panjang ini sering tidak muat untuk menampung mereka yang berjumlah sekitar 25-an anak. Jadi, ada beberapa dari mereka yang belajar di ruangan depan dan di ruangan belakang depan tv. Minggu pertama adik-adik ini setiap hari main ke posko. Lalu minggu-minggu setelahnya kami buatkan jadwal untuk les setiap hari senin-rabu-jumat, mengingat kesibukan kami untuk menyiapkan dan melaksanakan program kerja. Beberapa nama anak didik saya yang masih saya ingat, Fitri, Angel, Vina, Ana, Maya, Arsa, Fara, Sita dll. Aku masih ingat gara-gara lembaran kertas warna pink yang mereka berikan saat perpisah beberapa jam sebelum kami pulang ke Semarang.

DSC_0707Adik-adik Penerus Masa Depan

Seperti biasa, keseharian kami setelah mengajari anak-anak belajar. Adzan maghrib berkumandang, satu per satu adik-adik meninggalkan posko KKN. Kami mulai mendirikan sholat, aku yang paling sok-sokan jadi penggerak mereka untuk segera sholat. Mas Wahyu dan Aldi paling cepet responnya daripada yang lainnya. Mas Wahyu yang umurnya dua tahun di atas kami tentu terpilih menjadi imam walaupun tanpa pemilu.

Hal absurd dari Mas Wahyu adalah ketika sore begini, dia membawa alat berwarna hitam di bagian penyedot dan bening di ujung alat yang digunakan untuk menyedot nyamuk. Tanpa kesulitan Mas Wahyu mampu menangkap dengan lancar, alat ini berfungsi sangat efektif. Beberapa nyamuk yang terkumpul sebelum dan setelah sholat dikumpulkan dalam gelas plastik yang ditutup kain kasa. Sebagai bahan penelitian untuk diidentifikasi jenis nyamuk apa yang tertangkap dan menganalisa apakah berbahaya atau tidak.

Setelah sholat maghrib, adalah waktu yang biasanya dihabiskan untuk mengobrol yang semakin hari semakin mengakrabkan dan mengenal masing-masing pribadi dari kami. Suasana kekeluargaan semakin tumbuh subur di posko kami.Ā Seperti biasa setelah sholat isya berjamaah, kami makan malam bersama di depan tv kadang di ruang tengah. Dilanjutkan dengan nonton film ataupun membahas program kkn untuk esok harinya.

Dan rutinitas yang hampir tidak pernah libur adalah bermain uno. Kartu uno menjadi permainan favorit bagi kami, khususnya aku, leo, aldi dan mas wahyu. Empat pemain utama yang hampir tidak pernah absen. Kadang ada hukuman untuk membuat kopi bagi pemain lain dengan aturan yang kami buat sendiri. Uno menjadi pengantar tidur yang menyenangkan jika permainan berakhir dengan kemenangan. Permainan berakhir antara jam 12 sampai jam 1.

DSC06771

Big Family of Keblukan

Nah, begitulah cara kami mengisi hari-hari di desa Keblukan selama 34 hari di posko. Tidak semua kegiatan berjalan seperti cerita di atas namun secara umum seperti itulah keseharian kami. Memang aku tidak bisa bercertia menarik, tapi serius aku benar-benar mengalami cerita yang menarik dan ada sesuatu pembelajaran bagi diriku.

Semoga kebersamaan kami selalu terjaga, tidak pernah terjadi perselisihan yang membuat putus silaturahmi, tetap menjadi kenangan dan keluarga yang indah untuk selalu diingat-ingat serta tidak pernah kadaluarsa. Love you all my best KKN friends.

Satu pemikiran pada “Daily KKN Keblukan

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s