Step By Step

Baru kemarin saya menyelesaikan tahapan menuju wisuda bagi seorang yang berstatus sebagai mahasiswa Teknik Geodesi Universitas Diponegoro. Mencapai wisuda tidaklah gampang, malah sering membuat stress. Berhati-hatilah dengan mata kuliah paling akhir yang bernama Tugas Akhir. Daripada TA lebih enak kuliah, daripada kuliah lebih enak KKN (Kuliah Kerja Nyata). Namun proses ini hukumnya wajib. Wajib untuk dilaksanakan. Beberapa tahapan untuk mencapai wisuda di Teknik Geodesi Universitas Diponegoro adalah sebagi berikut:

Seminar Proposal

Dalam tahapan ini, mahasiswa harus membuat proposal penelitian sebelum mengerjakan Tugas Akhir. Dalam proses pengerjaan ini, mahasiswa harus mengajukan idenya kepada dosen. Selanjutnya dosen pasti akan membantu untuk mengembangkan dan membuat ide tadi menjadi jauh lebih baik, menarik dan bermanfaat. Melalui curhat dengan dosen inilah kalian akan mendapatkan pencerahan dalam penelitian. Sekecil apapun idenya pasti akan bisa berkembang selama ide itu potensial. Selama proses pembuatan proposal, jangan capek-capek untuk maju dosen bercerita tentang perkembangan ide proposal. Sampai akhirnya, Proposal di-ACC oleh dosen untuk maju ke seminar proposal.

Seminar proposal bukanlah sesi pembantaian dosen kepada mahasiswa, di mana dosen akan bertanya macam-macam yang menjatuhkan mahasiswa. Namun sebaliknya dosen akan membantu sejauh mana penelitian mahasiswa akan sukses dilaksanakan. Dosen akan menanyakan ketersediaan data, menanyakan sejauh mana mahasiswa mengenal lapangan studi kasus, menanyakan untuk memastikan bahwa penelitian benar-benar bisa selesai dalam waktu yang wajar dan mahasiswa tidak mengalami kesulitan yang berat.

 

Dalam seminar proposal, ada beberapa gelombang seminar. Namun bagi yang seminar proposal gelombang 1 bukan jaminan untuk lulus lebih cepat dari yang seminar gelombang ke-2 ke-3 atau selanjutnya. Keseriusan dan kelancaran mahasiswalah yang menentukannya. Semua balik lagi ke diri mahasiswa masing-masing.

Dulu saya sebelum maju presentasi seminar proposal kamis tanggal 6 Maret jam 9 pagi, saya sangat deg-degan sekali, pikiran saya beimajinasi liar ke mana-mana, membayangkan keadaan yang menakutkan. Namun, syukur Alhamdulillah saat seminar proposal gambaran pikiran saya tidak menjadi kenyataan. Seminar proposal berjalan lancar dan komunikasi dua arah antara dosen dan mahasiswa mengalir dengan lancar. Menghasilkan revisi untuk perbaikan metode penelitian.

Jadi, tidak perlu terlalu was-was dengan seminar proposal. Dengan catatan proposal kalian sudah (lumayan) matang di depan dosen sebelum benar-benar mendaftarakan untuk seminar.

Ujian Komprehensif

Tahapan selanjutnya ujian komprehensif, inilah Ujian Nasional-nya mahasiswa. Di mana ujian tertulis bertipe multiplechoice dan essay, dengan materi ujiannya adalah mata kuliah kegeodesian mulai dari semester awal sampai semester akhir. Di sinilah kesetiaan diuji, kesetiaan dalam menjaga catatan materi kuliah. Namun hal itu bukan jaminan kalian bisa lancar mengerjakan ujian.

Baru hari jumat  tanggal 23 Mei kemarin, saya mengikuti ujian komprehensif. Dimana jumlah multiplechoice 70 dan essay 4. Materi ujian meliputi: Ilmu Ukur Tanah, Fotogrametri, Survey Hidrogafi, Survey Batas Wilayah, Survey GPS, Pemetaan Digital, Penginderajaan Jauh, Sistem Informasi Geografi, Proyeksi Peta dan Matematika Geodesi. Ada materi-materi mendasar dari mata kuliah tersebut yang muncul di soal. Rumus dan hitungan tidak lepas dari geodesi, itu muncul juga dalam soal.

Kemarin saya belajar hanya dari google.com saja, dengan memasukkan nama mata kuliah yang akan dipelajari.  Dan saya tidak merasa yakin akan lulus dengan hasil ujian. Jangan tiru cara belajar saya. Minimal sudah belajar, jadi seandainya nanti Allah akan membantu melalui malaikat-malaikatnya saat ujian, tidak berpikir panjang karena kita sudah berusaha belajar. Penyesalan memang selalu berada di akhir, kalau di depan itu namanya pendaftaran. Namun kalau sudah selesai, yang bisa dilakukan hanyalah berdoa agar ujian kita lulus walaupun kita tidak yakin dengan jawaban.

Kalau memang, seburuk-buruknya hasil belajar untuk ujian kompre ini adalah tidak lulus. Masih ada ujian ulang atau remidi. Namun, siapa juga yang mau kalau ditanyaain mau mengikuti ujian remidi.

Seminar Hasil

Untuk tahapan ini, saya memang belum merasakan aura seminar sebagai presentator. Namun saya sudah pernah mengikuti seminar hasil (semhas) sebagai peserta. Menurut pengamatan saya, seminar hasil tidak berbeda jauh dengan seminar proposal. Perbedaannya, kalau sempro itu mengutarakan konsep dan rencana penelitian sedangkan semhas mengutarakan hasil dari penelitian. Tentunya hasil yang sudah berkali-kali dimajukan ke dosen pembimbing untuk memastikan data hasil penelitian sudah benar dan bisa dipublikasikan.

Belum bisa bercerita banyak untuk tahapan seminar hasil. Karena saya memang baru on the way menuju tahapan ini. Doakan saya bisa menginjakkan kaki di ruang seminar hasil sebagai presentator dalam hitungan hari, kalau tidak bisa dalam hitungan 1 atau 2 bulan deh. Tetapi jangan sampai hitungan lebih dari 2 bulan. Aamiin Yaa Rabb.🙂

Sidang Pendadaran

Untuk tahapan ini saya belum mempunyai gambaran yang jelas, masih nge-blur. Semhas aja belum, gimana mau bercerita tentang sidang.

Dengar-dengar sih, dalam sidang ini akan banyak pertanyaan dari dosen yang menguji pengetahuan dan pemahaman kita tentang Tugas Akhir. (Mungkin) Intinya menguasai penelitian yang telah dilakukan. Konon katanya di sidang pendadaran inilah diumumkan lulus atau tidaknya mahasiswa sebagai seorang sarjana. Namun, selama ini belum ada mahasiswa yang lulus mutlak, semuanya lulus bersyarat. Lulus dengan syarat karena masih ada sedikit revisi, sebelum tulisan penelitian berwujud buku Tugas Akhir yang siap nangkring di lemari perpustakaan.

Berusahalah semaksimal mungkin, berdoalah tanpa mengenal lelah.

Nahhh itulah tahapan menuju gelar ST bagi seorang mahasiswa Teknik Geodesi Universitas Diponegoro. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Di setiap jurusan atau fakultas atau universitas tentu mempunyai peraturan yang berbeda-beda. Terakhir, jangan lupa doakan nama saya cepat berubah yaaa. Berubah menjadi Ali Amirrudin Ahmad, ST. Saya juga akan mendoakan begitu juga untuk keiinginan kalian. Bagi teman-teman geodesi 2010 yang berjuang juga, saya doakan nama kalian juga cepat berubah. Tidak hanya teman geodesi 2010 saja, semoga teman-teman semua yang sedang berjuang di semester akhir, segera menyelesaikan studinya dan segera melanjutkan mimpi lainnya. Aamiin🙂

Enjoy yor process guys😀

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s