Sedikit Kecewa

Yup, sesuai janji saya pada postingan sebelumnya. Berikut akan saya bagi pengalaman yang siapa tahu bermanfaat. Kalaupun tidak bermanfaat anggap saja sebagai hiburan untuk mengisi waktu luang.

Salah satu alasan kenapa saya pengen lulus dan wisuda bulan Agustus 2014 adalah untuk mengikuti tes CPNS yang notabene menjadi seorang PNS adalah impian bapakku untuk anaknya. Alhamdulillah, saya lolos seleksi administrasi dan diundang untuk mengikuti tes tahap selanjutnya yaitu, Tes Kemampuan Dasar (TKD).

FYI: Saya mendaftar CPNS 2014 untuk instansi Badan Informasi Geospasial (BIG) formasi Peneliti Geospasial Dasar.
Sebelum berperang tentu saya harus mempersiapkan persenjataan dan bekal untuk menghadapinya. Saya mulai pinjam buku soal-soal tes CPNS kepada teman sekaligus sharing pengalaman mereka, kebetulan jadwal tes mereka  lebih awal. Selain itu, saya juga sempat mengikuti simulasi tes CPNS yang kebetulan dilaksanakan di Kampus UNDIP. Melalui simulasi itu saya sedikit paham apa yang harus disiapkan untuk memenuhi syarat administrasi dan contoh pengerjaannya yang berbasis CAT (Computer Assisted Test). Saat simulasi dari 20 soal (kalau tidak salah), entah saya benar berapa yang pasti saya dinyatakan tidak lulus TKD.

Berawal dari ketidaklulusan saya saat simulasi menjadikan saya untuk berusaha lebih. Saya mendownload dan mengumpulkan beberapa aplikasi simulasi tes TKD CPNS 2014. Percobaan pertama, nilai saya merah. Failed. Lawan utama saat simulasi pertama adalah waktu yang sangat lama dan membosankan. Maklum lama tidak berhadapan dengan soal pilihan ganda yang banyak dalam waktu yang lama.

Dari simulasi pertama, catatan paling penting adalah saya harus belajar lebih untuk bidang Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), banyak memori materi sejarah dan aturan pemerintahan yang diajarkan ketika di bangku sekolah hilang dari otak.
Sebenarnya ada sekitar 3 bulan untuk persiapan tes, tetapi saya baru mempersiapkan pada sebulan terakhir, dan benar-benar mempersiapkan seminggu terakhir sebelum tes. Seminggu terakhir Cuma baca-baca materi dan sekali simulasi. Pada simulasi terakhir saya mendapat nilai 401. Karena soal yang saya kerjakan masih banyak yang muncul ketika simulasi-simulasi sebelumnya ahaha

Tanggal 22 November kurang sehari lagi, ketika itu saya ikut mengantarkan teman saya yang tes lebih dulu dalam instansi yang sama namun berbeda formasi yang diambil. Peserta tes masuk ke dalam ruangan. Saya menunggu di depan layar monitor yang disediakan oleh panitia, di sana terlihat daftar nama peserta tes berikut nilai yang diperoleh. Urutan peringkat yang terpajang silih berganti berubah. Dua nama yang menjadi pusat perhatianku, dua nama seniorku 2009 yang secara bertahap naik terus sampai akhirnya berhenti di peringkat 3 dan 4 dengan nilai 400an, Mas Kautsar dan Mas Yoga. Setelah keluar saya memberi selamat kepada mereka. Tidak membuang kesempatan ketika bertemu dengan Mas Yoga.

“Keren Mas, kok bisa niainya bagus belajarmu apa sih mas?”, tanyaku penasaran.
“Belajar biasa buku soal-soal tes CPNS, sama seperti yang lainya”, jawab Mas Yoga merendah.
“Serius nih mas, biar aku juga dapet nilai bagus. Ga mungkin lah mas belajarmu itu aja. Bagi tipsnya ding mas”, tanyaku lagi karena aku yakin pasti ada sesuatu yang dirahasiakan.
“Okedeh. Ga tau ini benar atau enggak ya. Usahakan kamu log in lebih dulu daripada yang lain. Karena kemungkinan kamu untuk mendaptkan soal mudah yang di-random lebih besar. Kamu belajar ini juga. Dari forum kaskus. Tadi ada yang keluar kok. Semoga aja bisa membantu.”, sambil memberikan lembaran kertas print.
“Okedeh mas. Tak habiskan semalam buku rahasia ini hehee”, jawabku bahagia.

Semakin bersemangat, semalam saya habiskan sekitar 50an lebar kertas yang sebagian sudah luntur terkena air. Membaca layaknya masin scan, otakku berusaha menyimpan tiap kata kunci dari kalimat yang saya rasa penting. Padahal hampir semuanya saya rasa penting -__-

Esoknya, tiba saatnya aku bertanding. Sekitar setengah jam menunggu antrian untuk verifikasi data, saya malah sibuk ngobrol dengan senior yang pengalaman kerjanya keren banget. Gimana tidak, dia pernah bekerja di THIES, perusahaan tambang milik Australia, lalu di Seascape, perusahaan offshore. Beliau bercarita banyak sekali pengalaman dan pembelajaran hidup yang telah dicapai. Sesekali menyisipkan kata nasehat buat aku yang masih fresgraduate untuk menentukan pekerjaan dengan pertimbangan yang benar-benar matang. Beberapa alasan beliau keluar yang saya tangkap adalah alasan orang tua, agama, calon istri dan calon keluarga serta waktu yang tidak bisa dibeli dengan apapun juga.

Karena sibuk mengobrol, saya jadi tidak begitu tegang untuk menghadapi tes ini. Malah aku seakan lupa kalau bentar lagi tes CPNS. Mungkin bisa jadi tips menghadapi tes apapun, kamu bisa menjadikan sosialiasasi dengan orang lain untuk mengurangi grogi dan tegang menghadapi tes. Temanku pernah berpesan, kalau pengen tidak grogi cobalah mengobrol dan awali dulu obrolan dengan orang lain.

Pukul 08.00, peserta mulai memasuki ruangan yang telah tertata rapi komputer serempak menghadap ke arah pintu masuk. Sambil menunggu semua peserta memasuki ruangan, saya memanfaatkan waktu untuk mengisi kolom Nama dan NIK, namun belum saya log in. Beberapa menit penjelasan dari panita, sampai akhirnya panitia memberi aba-aba ‘mulai’. Saya langsung klik ‘Log In’. Bismillah.

Beberapa soal telah terjawab, beberapa soal saya lewatin kebanyakan soal hitungan deret dan soal analisis sejenis urutan jadwal ronda githu. Dan, tidak sia-sia waktu semalam saya menghabiskan lembaran kertas pemberian Mas Yoga. Ada sekitar 3 soal yang sama persis. Salah satunya, ‘Kenapa Presiden Soekarno tidak menyukai music rock?’. Sambil senum-senyum saya menjawabnya dengan yakin, sempat saya membaca kemungkinan jawaban yang lain. Seandainya saya tidak membaca materi saya pasti akan kebingungan, karena semua pilihan sangat mungkin menjadi alasan Presiden Soekarno tidak menyukai music rock. Alhamdulillah.

Waktu semakin berkurang, sementara masih ada beberapa soal belum terjawab. Sambil komat-kamit membaca sholawat sekaligus megangin kepala, saya mencoret-coret kertas buram yang disediakan untuk mengerjakan angka deret yang berkali-kali gagal dipecahkan. Lho. Kok ketemu. MasyaAllah.

Masih tetep komat-kamit membaca mantra, saya selesaikan sisa soal dengan mengerjakan dengan sisipan jawaban gambling.

Sampai muncul angka berikut pada timer di layar,
5
4
3
2
1.
Waktu habis

Selanjutnya muncul beberapa pertanyaan kuesioner.Sambil membaca Bismillah dengan perasaan takut nilaiku tidak melewati nilai batas lolos TKD saya klik ‘SELESAI’.

Alhamdulillah nilai yang muncul adalah 350, diikuti pernyataan “Selamat. Anda Lulus Passing Grade CPNS.”
Keluar ruangan, saya penasaran dengan ranking yang saya peroleh jika dibandingkan dengan nilai peserta lainnya. Saya menempati ranking 19 dengan skor 350. Terima kasih Yaa Allah. Terima kasih Mas Yoga. (

Dua belas hari kemudian pengumuman kelulusan TKD. Alhamdulillah saya termasuk dalam 12 peserta tes untuk formasi Peneliti Geospasial Dasar yang berhak mengikuti TKB. TKB dilaksanakan tanggal 10 dan 11 Desember 2014. Hari pertama untuk tes tertulis dan hari kedua untuk tes wawancara.

Tes tertulis untuk masing-masing formasi berbeda. Untuk formasi peneliti berisi materi: Matrik dan Vektor, Proyeksi Peta, Sistem Transformasi  Koordinat, Survey Batas Wilayah (terutama batas maritim), Survey Satelit (GPS), Deformasi dan Geodinamika, serta Hitung Perataan (terutama sekang kepercayaan).

Sedangkan untuk tes wawancara, beberapa pertanyaannya antara lain:
Kenapa pilih PNS? Kenapa BIG? Kenapa Peneliti?
Sudah pernah menulis?
Lebih suka kerja sendiri atau kelompok?
Suka kerja di lapangan atau di ruangan?
Selama ini, apa aja kegiatanmu?
Apa passion kamu?
Jelaskan secara singkat tentang Skripsimu!
GPS di dunia ada apa aja? (pertanyaan teori)
Kamu punya inovasi apa buat BIG?
Suka ngotakatik program? Sudah pernah bikin program?
Suka membaca? Buku apa?
Bisa menggunakan alat apa aja?
Selesai berjuang tinggal berdoa.

Sebulan kemudian, tepatnya tanggal 15 Januari 2015, pengumuman Penetapan Kelulusan Peserta Seleksi TKD dan TKB BIG. Pelan-pelan saya scroll ke bawah, berharap nama saya termasuk dari 73 CPNS BIG. Terbaca beberapa nama senior di bagian awal daftar nama peserta lulus. Dannnn, Alhamdulillah, sampai urutan ke 73 tidak ada nama ‘Ali Amirrudin Ahmad’. Bagaimanapun hasilnya, bersyukur menjadi suatu keharusan. Allah Maha Tahu mana yang terbaik buat umatnya. Kalau tidak sekarang berarti nanti. Kalau tidak ini berarti yang lain. Simple. Allah bersama orang yang sabar.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah BERITA GEMBIRA KEPADA ORANG-ORANG YANG SABAR.” (Al-Baqarah: 155)

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s