Turnamen Terakhir?

Sekitar setahun yang lalu di lapangan futsal yang berlokasi di dekat dengan salah satu universitas terkenal di Semarang. Sebuah tim futsal yang dibentuk dari kesamaan hobi dan hanya sebagai sarana untuk mendapatkan keringat, Kalkulus FC. Sudah beberapa turnamen yang telah diikuti, pernah malu kalah pada pertandingan pertama di Solo lalu sedikit ada harapan dengan beberapa kali menang di Lapangan Calcio, dsb. Dan, kali ini tim Kalkulus mengikuti turnamen Physic Cup 2014, yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Fisika Universitas Negeri Semarang.

20140614_095727

Lets Play

Materi pemain di tim Kalkulus pada turnamen ini adalah Thoriq, Arga, Deni, Beny, Ariescha, Aan, Wiwid, Andika (GK), Ali dan Mr.X (saya lupa nama temennya Ariescha). Di balik layar ada Kemas sebagai coach dan Nasrul sebagai dokumentasi. Susunan pemain dari turnamen ke turnamen memang tidak selalu sama. Turnamen Physic Cup 2014 ini diikuti oleh 32 tim se-Jateng dan DIY. Berdasarkan bagan turnamen, untuk mencapai partai puncak, Kalkulus membutuhkan 4 kemangan.

Pada pertandingan pertama Kalkulus melawan Unisco, Kalkulus menang lalu melaju melawan Orc, Kalkulus menang lalu melawan Karya Husada, menang lalu sampai deh di partai semi-final melawan Santay FC.

20140614_095128

Hasil Drawing Turnamen

Starting terbaik sudah ditentukan, kedua tim memasuki lapangan berikut kedua wasit pertandingan. Permainan dimulai, menurutku Santay FC memainkan permainan futsal dengan satu strategi saja, Shoot ke arah gawang sesering mungkin. Entah itu tendangan dari tengah lapangan maupun tendangan ke dalam dari tepi lapangan, mereka selalu melakukan shooting sebisa mungkin. Seakan tidak ada kata ‘passing’ dalam permainan. Shoot, shoot dan shoot.

Strategi seperti ini saya tidak suka, karena tidak memperlihatkan keindahan permainan futsal sama sekali. Hanya mengandalkan power shooting dan berharap bola muntah. Namun pada kenyataannya usaha mereka mampu membuahkan hasil juga. Gol tercipta ketika salah satu pemain mereka melakukan tendangan ke dalam yang tidak diantisipasi oleh pemain kami. Bola langsung mengarah ke gawang, Andika seakan kaget dengan datangnya bola yang tiba-tiba. Andika mengblok bola semampunya, tanpa disangka bola rebound langsung disambar pemain lawan dengan cepat. Gol. Seakan rebound adalah bagian dari skenario mereka. Saya rasa mereka sudah sangat sering melakukan strategi ini saat latihan maupun saat turnamen-turnamen sebelumnya. Babak pertama berakhir 1-0, untuk Santay FC.

Tim kami sangat kesulitan menemukan ritme permainan, skema penyerangan selalu hancur dengan blok pertahanan mereka. Strategi mereka tidak berubah, mereka coba dan diulangin terus menerus. Mereka sudah ahli dalam strategi ini. Hasilnya, di awal babak kedua mereka mencetak gol lagi. 2-0. Hancur? Tidak. Kalkulus ga gampang menyerah.*eeaaa

Coach Kemas, minta timeout. Tidak banyak yang kami bahas saat timeout, hanya sekedar ingin mengembalikkan semangat kemenangan-kemengan kami di partai sebelumnya. Doa dan yel semangat sudah diteriakkan. Bismillah. Semangat kami kembali.

Pertandingan masih bersisa 10 menit, permainan Kalkulus mulai membaik, skema penyerangan mulai terbentuk. Andika melempar bola juah ke depan gawang. Di depan gawang, nomer punggung 11 Kalkulus dibayangin ketat defender lawan. Bola datang di atas kepala, bola dibelokkan dengan sedikit gerakan kepala oleh nomer 11. Bola berbelok dan mengagetkan kiper lawan. Bola menyentuh jaring. Gol. 2-1.

Permainan berlajut seakan di atas kendali permainan Kalkulus dengan sesekali tim lawan menyerang. Pertandingan menyisakan 1 menit. Kalkulus menyerang lebih berhati-hati dan tak ingin membuang peluang dengan sia-sia. Bola keluar di sisi kanan penyerangan Kalkulus, tendangan ke dalam diambil oleh nomer 11. Melihat Beny berdiri lebih bebas dan kelihatan mengambil ancang-ancang untuk menusuk ke depan gawang ketika bola datang, nomer 11 mengirim umpan dengan cara meng-chip bola. Bola chip yang melambung tinggi ke atas namun terlempar tidak terlalu jauh, melewati hadangan kiper yang akan menghalau bola, begitu juga pemain belakang mereka yang meloncat mencoba membuang bola dengan sundulan gagal juga. Bola datang agak kejauhan melewati Beny maupun tiang jauh gawang. Beruntung, Beny mampu melompat tinggi dan menyundul bola walaupun dengan susah payah. Kalau kalian pernah lihat saat Messi menyundul bola ke gawang Van Der Sar saat final Champions 2011, kurang lebih seperti itulah yang dilakukan Beny. Agak lebay sih, tapi peluang dan gol itu menurutku benar-benar fantastis. Ditambah lagi, gol tercipta ketika permainan hanya menyisakan hitungan detik. Fantastis dan dramatis. Cool Ben!!!

Skor imbang 2-2, memaksa kedua tim melakukan adu tos. Tim lawan menendang pertama dan sukses menjadi gol. Penendang pertama Kalkulus, Aan, membentur tiang bagian bawah sebelah kanan kiper. Fail. 1-0. Penendang kedua mereka kembali sukses. Penendang kedua kami, Ariescha dengan sangat tenang menendang bola ke arah yang sama dengan penendang sebelumnya, ke arah kanan kiper dan membentur tiang. Namun, bola yang membentur mampu menyentuh jaring gawang bagian kiri kiper. 2-1. Selanjutnya penendang terakhir, kalau penendang terakhir Santay FC ini sukses bikin gol, maka selesailah pertandingan. Pemain Santay FC menendang ke arah kanan Andika, namun bola terlalu melebar ke samping. Alhmadulillah, Fail. Penendang kami menjadi penentunya, Beny. Beny kelihatan lebih tenang dari Ariescha. Beny mengambil ancang-ancang cuma 2 langkah aja. Bola ditendang dengan kaki kiri dan melaju ke pojok kanan atas kiper dengan lancar. 2-2.

Adu penalti belum selesai. Dilanjut satu kali tendangan penentuan. Wasit memanggil kedua kapten untuk menentukan tim mana yang akan menendang dan tim mana yang akan kiper. Koin dilempar, permukaan Fifa yang terbuka ke atas, Kalkulus berhak memilih menendang atau kiper. Otomatis kapten memilih menendang karena peluang menang dirasa lebih besar. Tanpa pikir panjang, mungkin karena terlalu bersemangat, kapten langsung mengklaim dirinya sendiri sebagai penendang penentuan. Kapten mengambil ancang-ancang sambil membayangkan kesuksesannya waktu penalti penentuan setahun yang lalu di Final Futsal Olimpiade Undip 2013.

Dengan cukup yakin, kapten membidik ke arah kiri kiper. Duarrr. Tiang gawang bergetar cukup kencang. Bola yang di tendang dengan cukup kuat membentur mistar gawang dan muntah ke lantai ke arah tengah lapangan. Kegagalan yang tidak pernah diinginkan bagi Kalkulus. Kapten dengan menyesal tersungkur di depan titik penalti.

Sedikit untuk mengobati rasa sesal karena gagal. Di turnamen ini lah, prestasi terbaik Kalkulus selama mengikuti turnamen futsal. Kalkulus sebagai semi-finalis. Keren bukan? Iyain aja biar cepet yaa. Makasih.

Hikmah selanjutnya, kalau jadi pemimpin jangan kayak kapten Kalkulus di turnamen ini. Dia terlalu cepat mengambil keputusan tanpa pertimbangan teman-teman dalam timnya. Maafin yaa teman-teman Kalkulus. Kapten kalian tidak sempurna. -___-

Video lengkapnya di link berikut Kalkulus FC vs Santay FC (Semi-Final Physics Cup UNNES).

Akankah turnamen ini jadi yang terakhir? Pengennya sih enggak😀

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s