Perpindahan

Lika-liku kehidupan salah satunya adalah karena adanya perpindahan. Berpindah dari suatu  tempat ke tempat yang lain. Berpindah biasanya dikarenakan untuk mendapatkan kenyamanan yang lebih baik. Buat apa berpindah kalau hanya membuat hidup menjadi berat. Namun kadang perpindahan itu seperti suatu perjudian. Belum tentu juga perpindahan itu pasti selalu lebih baik. Namun harapannya pasti untuk mendapatkan yang lebih baik bukan?

Saya tidak bisa berbagi kalimat-kalimat bijak, cuma sekedar berbagi kenangan perpindahan-perpindahan yang ada di lingkungan kerja. Dalam waktu 8 bulan, sudah banyak sekali perpindahan yang terjadi. Waktu yang kelihatan lama kalau melihat kedepan, tapi menjadi waktu yang singkat kalau melihatnya ke belakang. Maksudnya waktu awal dulu (bulan April-red) ketika baru menginjakkan kaki di Ke(tanggung)an ini, waktu 8 bulan saya rasa akan menjadi waktu yang lama. Namun sekarang (bulan Desember-red), saya melihat waktu ke belakang (bulan April-red) waktu terasa sangat cepat berlalu. Silih berganti orang yang kelihatan di kantorpun demikian. Entah sudah puluhan orang datang dan pergi di kantor ini. Mulai dari partner OJT (On the Job Training), staff-staff, mahasiswa PKL atau magang, sampai OB (office boy) pun juga sudah bergantai sampai 6 kali.

Awal kedatangan ke kantor ini karena ‘paksaan’ IM (internal memo) dari kantor pusat berikut partner training yang ‘paksaan’ pula. Datang bertiga dari Cawang dengan bermodalkan kemeja warna biru yang tidak seragam, karena memang kami belum punya seragam. Perkenalkan kami bertiga, Ali Amirrudin Ahmad, Septian Rizki Pramono dan Oloan Purba. Kita bertiga belum saling kenal secara dekat, apalagi kenal Oloan, kenalan di parkiran kantor yang besoknya kita mesti berangkat ke Ke(tanggung)an. Singkat cerita, kami yang sebelumnya ngga saling kenal jadi kenal, bahkan saking kenalnya kita tidur bareng bertiga *ehh. Masa OJT baru setengah jalan, kami kedatangan teman  OJT dari proyek lain karena perubahan divisi, yang sebelumnya Divisi Sipil berubah menjadi Divisi Infrastuktur. Tim OJT kami menjadi 8 orang, ketambahan Reza, Dimas, Eko, Ajeng dan Mamat. Semakin rame aja penghuni ruang meeting ini. Semakin banyak semakin seru. Begitulah perpindahan yang terjadi selama OJT, dari 3 orang menjadi 8 orang. Kalau mau tau cerita selama OJT ngapain aja, nanti akan saya bikin postingan sendiri. Kalau saya tidak malu dengan ceritanya yaa.

IMG20150615080835

Penampakan Septian dan Oloan dari belakang karena Mereka pemalu (seperti saya)

Selesai presentasi OJT di kantor pusat, kebetulan saya belum mengalami masa perpindahan, saya masih balik lagi di proyek yang sama. Sedangkan Oloan dan Septian sudah berpindah di proyek lain. Bahkan Oloan berpindahnya lintas divisi, masuk ke Divisi Regional Timur. Pemain tambahan susulan OJT juga pindah ke proyek lain, Dimas dan Reza ke Cimanggis-Cibutung, Ajeng ke Bocimi, Mamat ke MKTT, Eko masih di proyek yang sama. Proyek kami ketambahan pemain baru dalam bursa transfer musim 2015 ini, Wawan didatangkan dari proyek Desari.

IMG20150905220338

Foto di atas, minus Oloan, plus Mb Nita

Selesai OJT semakin banyak perpindahan yang terjadi, staff di ruangan teknik pun sudah berkurang dan sudah diisi dengan orang-orang baru. Wajah-wajah pemain lama sudah banyak berkurang. Muncullah wajah baru, Giana, Ina, Villa, dan Devi. Nama yang saya sebutkan hanya sebagian dari nama orang-orang baru yang datang. Merekalah yang membuat suasana menjadi lebih rame kadang lebih kearah ribut karena belum diberi makan. Kebetulan mereka semua cewek juga, jadi wajar kalau lebih cerewet dibanding cowok. Karena keturunan Hawa, yang bila diucapkan akhirannya sambil membuka mulut.

Baru beberapa hari yang lalu, kami mengalami perpisahan karena suatu perpindahan. Pak Ari yang tiba-tiba pindah, yang saya ketahui lewat status BBM, lalu disusul dengan Devi yang ternyata lebih memilih pindah ke kampung halamannya, Medan. Perpindahan seperti Devi ini jika dilihat dari ilmu Fisika, maka nilai perpindahannya adalah 0 (nol). Tetapi kalau dinilai dari ilmu ‘supranatural’ nilai perpindahannya menjadi tak terhingga. Karena dia pindah tentu karena alasan yang jelas diketahui oleh dirinya sendiri dan teman yang dikasih tau alasannya. Sukses ya Dev, di tempat kerja barunya nanti.

IMG20151224161914

Beginilah keseruan kami, tertawa lepas

Saya posting tulisan ini karena request dari kaum Hawa tadi, yang kebetulan blog ini ditemukan secara sengaja oleh mereka. Karena postingan sudah lumayan panjang jadi maaf ya guys, tidak jadi saya ceritakan karakter satu persatu-satu dari kalian. By the way, sebenarnya karakter meraka unik-unik, ada yang bisa mengigau sambil menyanyikan lagu ‘Terserah’, ada yang mengaku transgender (tapi jangan percaya), dan kelakuan konyol-konyol lainnya. Silakan tanya langsung yang bersangkutan untuk keterangan lebih lanjut. Karena saya juga takut dosa kalau menceritakan aib terlalu banyak. Padahal sedikit juga dosa sih ahaha

“Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti. Kalau pindah diidentikkan dengan kepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya. Padahal, untuk melakukan pencapaian lebih, kita tak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan.” – Manusia Setengah Salmon, Raditya Dika

Siapa yang akan berpindah selanjutnya? Kemanapun kalian pergi bukanlah masalah, asalkan untuk kehidupan yang lebih baik dan tidak melupakan tempat yang pernah kalian tempati sebelumnya (ambil positif-nya saja).

Selamat berpindah dan salam sukses!!!

– 26th December 2015, from Ke(tanggung)an

Pembaca yang baik meninggalkan jejak di sini :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s